Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rupiah Menguat, IHSG Jadi Jawara Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak lebih dari 2 persen dan mengencangkan cengekeramannya di kisaran level 4.800 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  12:22 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak lebih dari 2 persen dan mengencangkan cengekeramannya di kisaran level 4.800 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di level 4.871,23 dengan lonjakan 117,62 poin atau 2,47 persen pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (29/5/2020), IHSG ditutup di level 4.753,61 dengan penguatan 0,79 persen atau 37,43 poin, reli kenaikan hari keempat berturut-turut sejak perdagangan Selasa (26/5/2020).

Tenaga indeks mulai semakin panas dengan langsung naik tajam hampir 2 persen pada awal perdagangan Selasa (2/6). Sepanjang perdagangan hingga akhir sesi I, indeks konsisten bergerak positif dalam kisaran 4.753,72 – 4.873,96.

Seluruh 9 sektor menetap di zona hijau pada akhir sesi I, dipimpin finansial (+4,70 persen), industri dasar (+2,62 persen), dan tambang (+2,59 persen).

Dari 692 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 230 saham menguat, 156 saham melemah, dan 306 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 5,68 persen dan 8,47 persen menjadi pendorong utama IHSG pada akhir sesi I.

Indeks saham lain di Asia Tenggara juga terpantau menguat dengan antara lain FTSE Straits Times Singapura (+1,25 persen), FTSE KLCI Malaysia (+0,21 persen), SE Thailand (+0,64 persen).

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menanjak 1,32 persen dan 1,16 persen, Kospi Korea Selatan menguat 0,76 persen, dan Hang Seng Hong Kong naik 0,38 persen.

Sebaliknya, indeks CSI 300 dan Shanghai Composite China turun tipis 0,04 persen dan 0,11 persen masing-masing pukul 11.31 WIB.

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan IHSG berpeluang menguat pada perdagangan pekan ini, kendati diwarnai faktor global yakni memanasnya hubungan Amerika Serikat dan China serta demontrasi di AS.

Dalam publikasi risetnya, Valbury menjelaskan sentimen pasar dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengeluarkan kebijakan relaksasi di sektor perbankan untuk memberikan ruang likuditas dan permodalan kepada perbankan, sehingga stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah pelemahan ekonomi.

Kebijakan stimulus ini dikeluarkan setelah OJK mencermati dampak pandemi Covid-19 yang menurunkan aktivitas perekonomian sehingga berefek kepada sektor keuangan melalui transmisi pelemahan sektor riil.

Dari luar negeri, Trump menghapus perlindungan atau kekebalan hukum dari perusahaan media sosial, seperti Twitter dan Facebook.

Menurut Trump, langkah ini karena perusahaan media sosial itu memiliki kekuatan yang tidak terbatas untuk menyensor, membatasi, mengedit, membentuk, menyembunyikan, mengubah bentuk komunikasi antara warga atau publik.

Sementara itu, pemerintah Hong Kong memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa keputusan Amerika Serikat untuk tidak menganggap sebagai daerah otonomi China bisa menjadi pedang bermata dua. Hong Kong memperingatkan langkah AS itu bisa merusak hubungan keduanya, terutama dalam bidang perdagangan.

Pergerakan IHSG dalam pekan ini berpeluang menguat di tengah faktor global yakni hubungan AS dan China memanas terkait Hongkong dan demontrasi serta kerusuhan di AS.

"Namun indeks domestik tersebut terangkat sentimen rupiah yang diperkirakan menguat dan terkendalinya perkiraan angka inflasi pada bulan Mei 2020," papar Valbury.

Nilai tukar rupiah terpantau menguat tajam 1,03 persen atau 150 poin ke level Rp14.460 per dolar AS pukul 11.29 WIB, menuju apresiasi hari kedua berturut-turut.

Pada perdagangan Jumat (29/5/2020), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp14.610 per dolar AS dengan penguatan 105 poin atau 0,71 persen.

 “Kami melihat lebih banyak ruang untuk apresiasi rupiah dalam beberapa bulan mendatang, berdasarkan valuasi, penentuan posisi, dan balance eksternal,” ujar Divya Devesh, kepala riset Asean dan South-Asia FX di Standard Chartered, dikutip dari Bloomberg.

Ia mempertahankan proyeksi posisi rupiah terhadap dolar AS di level 14.000 pada akhir kuartal III/2020 dan level 13.800 pada akhir kuartal IV/2020.

 Pergerakan Bursa di Asia hingga Selasa (2/6/2020) Siang

BursaNilaiPerubahan (poin)Perubahan (%)1 bulan1 tahun
22,323.64+261.25+1.18%+13.78%+8.36%
1,588.24+19.49+1.24%+10.97%+4.72%
23,823.03+90.51+0.38%-3.33%-11.44%
3,969.90-1.44-0.04%+1.47%+9.37%
5,843.40+24.25+0.42%+11.39%-9.04%
JCI (IHSG)
4.871,23
117,62+2,47
+3,28
-21,55%

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top