Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Huru-hara, Bursa Saham Asia Tetap Menguat

Namun berdasarkan data Bloomberg per pukul 08.30 WIB, seluruh bursa Asia bergerak di zona hijau. Indeks Hang Seng Hongkong terpantau menguat paling tinggi yakni 3,36 persen.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  09:16 WIB
Bursa Asia - Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA — Saham Asia dibuka secara beragam seiring dengan berbagai sentimen yang berkembang di pasar global, terutama kerusuhan yang terjadi di Amerika Serikat serta ketegangan antara AS-China.

Namun berdasarkan data Bloomberg per pukul 08.30 WIB, seluruh bursa Asia bergerak di zona hijau. Indeks Hang Seng Hongkong terpantau menguat paling tinggi yakni 3,36 persen.

Di saat yang sama, indeks Jepang juga kompak menguat, yakni 0,89 persen untuk indeks Nikkei 225 dan 1,04 persen untuk indeks Topix Tokyo.

Di bursa Asia lainnya, indeks Kospi juga naik 0,76 persen dan indeks Straits Times Singapura menguat 0,85 persen, sedangkan indeks S&P 200 Australia tercatat naik tipis 0,14 persen.

Sementara itu kontrak S&P 500 tergelincir seiring sikap Presiden Donald Trump yang berjanji akan mengerahkan pasukan dalam jumlah besar jika kota-kota dan negara-negara bagian tidak bertindak untuk menahan kekerasan dari protes atas kebrutalan polisi. Sebelumnya, indeks S&P 500 membukukan kenaikan moderat.

Nasdaq Composite tercatat outperformed sejalan dengan indeks manufaktur AS yang naik pada Mei. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam empat bulan, menunjukkan stabilisasi setelah terjun yang didorong oleh pandemi. Dolar stabil pada Selasa pagi.

Di sisi lain, aset berisiko tak bergeming dengan adanya laporan bahwa pejabat Tiongkok telah memberi tahu perusahaan pertanian untuk menghentikan pembelian beberapa barang pertanian AS, mengancam kesepakatan perdagangan yang telah dimenangkan. Sementara US treasury sedikit berubah.

Saham global terpantau diperdagangkan pada level tertingginya dalam tiga bulan terakhir, sebagai buntut pembukaan kembali kegiatan bisnis di berbagai belahan dunia seiring dengan mulai meredanya pandemi virus Corona. Meski di saat yang sama angka pengangguran masih tinggi.

Goldman Sachs Group Inc. mengatakan pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda rebound paling awal. Serupa, data di Eropa pun mengisyaratkan pabrik-pabrik telah memulai jalan panjang menuju pemulihan.

Ahli Strategi BlackRock Investment Institute Mike Pyle mengatakan data bulan Mei menunjukkan bahwa kontraksi pasar yang paling parah telah terlewati. Namun, pemulihan kembali pasar di bulan-bulan mendatang masih akan bergelombang.

Menurutnya, investor akan mencermati dampak demonstrasi di belahan AS yang dipicu oleh pembunuhan seorang warga kulit hitam tak bersenjata bernama George Floyd oleh polisi. Banyak orang kemudian melihat hal ini sebagai “disconnect” antara Wall Street dan Main Street.

Di pasar komoditas, harga minyak kian mantap karena investor menilai apakah OPEC dan sekutunya akan memperpanjang pembatasan pasokan yang membantu mendorong harga lebih tinggi.

Berikut ringkasan pasar pagi ini.

Saham:
S&P 500 berjangka turun 0,4 persen pada 9:08 di Tokyo.
S&P 500 naik 0,4 persen pada penutupan perdagangan di New York.
Indeks Topix naik 0,5 persen
Indeks S & P / ASX 200 Australia turun 0,2 persen
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,5 persen
Futures Indeks Hang Seng Hong Kong sebelumnya naik 0,8 persen

Mata uang:
Indeks Spot Dollar Bloomberg stabil setelah turun 0,7 persen
Yen diperdagangkan pada 107,56 per dolar.
Yuan lepas pantai berada di 7,1292 per dolar.
Euro berada di US$1,1126.

Obligasi:
Imbal hasil pada obligasi 10-tahun merosot ke 0,65 persen
Imbal hasil obligasi 10-tahun Australia ditahan pada 0,90 persen

Komoditas:
Minyak mentah West Texas Intermediate sedikit berubah pada US$35,49 per barel.
Emas sedikit berubah pada US$1,741.96 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa global indeks topix
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top