Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Asia Melemah, IHSG Masih Bertahan Positif Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 0,13 persen atau 5,94 poin ke level 4.722,12 di akhir perdagangan sesi I.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  12:07 WIB
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan menguat tajam lebih dari 1 persen hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (28/5/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 0,13 persen atau 5,94 poin ke level 4.722,12 di akhir perdagangan sesi I. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 4.704,79-4.750,43.

Terpantau 161 saham menguat, 207 saham melemah, sedangkan 158 saham lainnya stagnan. Sebelumnya, indeks mengawali perdagangan koreksi 0,09 persen atau 4,04 poin menjadi 4.712,14.

Adapun pada perdagangan Kamis (28/5/2020), IHSG ditutup di level 4.716,18 dengan kenaikan tajam 1,61 persen atau 74,63.

Total transaksi di Bursa Efek Indonesia hingga akhir sesi I mencapai Rp5,04 triliun dengan volume perdagangan 4,26 miliar lembar saham. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp395,72 miliar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi incaran utama investor asing di sesi I dengan nilai net buy Rp617,99 miliar. Terpaut jauh di posisi kedua PT Astra International Tbk (ASII) dengan net buy Rp59,94 miliar.

Indeks saham lainnya di Asia rata-rata melemah. Indeks Nikkei 225 turun 0,68 persen, indeks Hang Seng melemah 0,71 persen, sedangkan indeks  Shanghai Composite melemah menguat 0,01 persen.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menuturkan secara teknikal IHSG bergerak positif menuju resistan terdekat sekitar 4.800. Indikator stochastic yang mulai bergerak ke area overbought akan menjadi sinyal jenuh pada pergerakan selanjutnya di akhir minggu

"Jadi kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung berfluktuasi dengan support di 4.640-4.800," imbuhnya.

Sementara itu, dari sisi global, saham AS menghapus kenaikan dan berakhir lebih rendah setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia akan mengadakan konferensi pers hari Jumat untuk membahas China, yang berpotensi memicu ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

S&P 500 berbalik koreksi karena pengumuman Trump, dengan investor berspekulasi AS akan mengambil tindakan terhadap China yang dapat mengganggu kestabilan ekonomi global, meskipun agenda tepatnya tidak jelas.

Para pedagang dengan waspada menyaksikan eskalasi antara Washington dan Beijing bahkan ketika saham melonjak selama dua hari terakhir. Anggota parlemen Cina sebelumnya menyetujui proposal untuk undang-undang keamanan-nasional baru di Hong Kong, sebuah langkah penasihat ekonomi Trump disebut "kesalahan besar."

Sementara itu, kinerja Bursa Asia cenderung mengalami pelemahan akibat sentimen negatif Trump tersebut pada siang ini. Berikut tabelnya.

BursaNilaiPerubahan (poin)Perubahan (%)1 Bulan1 Tahun
21,827.08-89.23-0.41%+10.40%+3.92%
1,563.86-13.48-0.85%+7.92%+1.79%
22,968.41-164.35-0.71%-6.80%-15.67%
3,857.16+0.53+0.01%-0.26%+5.26%
5,815.00-36.10-0.62%+7.82%-9.71%
JCI (IHSG)4,722.13+5,94+0,13%+3,39%-22,64%

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Bursa Asia Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top