Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Dibuka Koreksi, Terpapar Sentimen Trump vs China

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG koreksi 0,09 persen atau 4,04 poin menjadi 4.712,14. Terpantau 84 saham menguat, 62 saham melemah, 131 saham stagnan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  09:01 WIB
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi tipis pada perdagangan Jumat (29/5/2020) seiring dengan meningkatnya ketegangan antara AS-China.

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG koreksi 0,09 persen atau 4,04 poin menjadi 4.712,14. Terpantau 84 saham menguat, 62 saham melemah, 131 saham stagnan.

Sebelumnya, IHSG berhasil melanjutkan penguatannya dan berakhir naik lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis (28/5/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 4.716,18 dengan kenaikan tajam 1,61 persen atau 74,63 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyampaikan setelah DJIA menguat beberapa hari sebelumnya sekitar +1340.1 poin (+5.44%), akhirnya DJIA semalam turun sebesar -147.63 poin (-0.58%) seiring meningkatnya ketegangan politik antara AS-China terkait Hongkong.

Hal itu terjadi menyusul disahkannya undang-undang keamanan nasional baru (National Security Bill) untuk Hongkong, sehingga berpotensi menjadi sentimen negatif untuk perdagangan Jumat.

Dilain pihak, naiknya harga komoditas seperti: Oil +5.06%, Gold +0.31%, Tin +0.78% & Nickel +0.93% berpotensi menjadi katalis pendorong naik saham berbasis komoditas dalam perdagangan hari ini ditengah naiknya EIDO sebesar +2.30%.

"Mengetahui IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas, kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan buy on weakness (BOW) atau Swing Trade maka dapat fokus atas saham dari sektor Bank, Semen, Otomotif, Retail, CPO, Coal dan Konstruksi dalam perdagangan Jumat ini," paparnya, Jumat (29/5/2020).

Sementara itu, Bursa saham Asia turun bersamaan dengan futures ekuitas Eropa dan AS, karena investor mengambil sikap hati-hati sebelum pidato Presiden Donald Trump yang selanjutnya dapat memicu ketegangan AS-China.

Dikutip dari Bloomberg, ekuitas global tengah diuji setelah mengalami kenaikan bulan kedua, dengan Trump mengatakan dia akan mengumumkan langkah-langkah baru AS di China pada hari Jumat (29/5/2020). Hal itu dilakukan setelah China mengeluarkan undang-undang keamanan nasional yang membatasi kebebasan di Hong Kong.

Saham Jepang merosot secara moderat bersama dengan yang di Seoul dan Sydney. Kontrak AS merosot, setelah indeks Wall Street semalam koreksi. Pengumuman Trump memicu kekhawatiran ketegangan AS-China, dan mengganggu sentimen pembukaan kembali ekonomi yang mendorong pasar.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Index S&P 500 berjangka turun 0,7%, Indeks Topix Jepang turun 0,6%, Kospi Korea Selatan turun 0,5%, dan Indeks S & P / ASX 200 Australia turun 1,2%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top