Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ARB Beruntun, Berapa Sebenarnya Level Support Saham ICBP dan INDF?

Saham ICBP terkoreksi 6,98 persen atau 625 poin ke level Rp8.325 selang beberapa menit perdagangan pada perdagangan hari ini.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  10:09 WIB
Indomie - Ilustrasi/indofood.com
Indomie - Ilustrasi/indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA – Minggu terakhir di bulan Mei tampaknya menjadi momentum terburuk bagi saham emiten konsumer terkemuka PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan induk usahanya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tahun ini.

Pasalnya, setelah ICBP mengumumkan akuisisi Grup Pinehill, harga sahamnya berikut dengan induk usahanya INDF langsung terkena auto reject bawah (ARB) dalam dua hari terakhir perdagangan.

Pemberlakuan auto reject bawah oleh bursa untuk kedua emiten tersebut sudah terkonfirmasi oleh Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo.

"Iya benar (ICBP dan INDF auto reject bawah)," ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (27/5/2020) pagi.

Niat baik perseroan untuk melakukan ekspansi di negara-negara Afrika dan Timur Tengah tampaknya tidak disambut positif oleh investor.

Saham ICBP terkoreksi 6,98 persen atau 625 poin ke level Rp8.325 selang beberapa menit perdagangan pada perdagangan hari ini. Investor asing tampaknya mengambil momentum kekhawatiran pasar dengan membeli saham produsen Indomie tersebut senilai Rp1,48 miliar dari total transaksi sebesar Rp48,3 miliar.

Hal yang sama juga terjadi pada saham INDF hari ini yang melemah 6,67 persen atau 400 poin ke level Rp5.600. Investor asing lagi-lagi terpantau membeli saham INDF senilai Rp9,96 miliar dari total transaksi sebesar Rp59,9 miliar.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana sebelumnya sudah memprediksi harga saham kedua akan kembali terkoreksi pada hari ini.

“Memang secara teknikal beberapa indikator yang terlihat menunjukkan bahwa ICBP dan INDF akan terkoreksi kembali,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (26/5/2020) malam.

Baginya, saham ICBP dan INDF cukup menarik karena jika masing-masing tidak menembus level support Rp8.125 dan Rp5.000, maka keduanya masih memiliki potensi untuk menguat kembali.

“Kedua emiten tersebut masih memiliki potensi ke arah sana (auto reject bawah), namun kami perkirakan probabilitasnya akan lebih kecil,” sambungnya.

Dengan demikian, dia menyarankan investor untuk segera mengakumulasi beli saham emiten penghuni indeks Bisnis-27 tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood indofood cbp sukses makmur auto rejection
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top