Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Sentimen Global Ini Bakal Mewarnai Laju IHSG Hari Ini, 26 Mei 2020

Kisruh antara Amerika Serikat (AS) dengan China dinilai menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan. Sementara itu, pelonggaran lockdown disebut bakal menjadi sentimen positif.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  05:30 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2020). Faktor global disebut bakal memberikan sentimen kuat terhadap pergerakan IHSG.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pasar saham global akan dipengaruhi oleh tensi hubungan Amerika Serikat dan China. Beijing belum lama ini berencana melansir rancangan undang-undang (RUU) keamanan nasional yang berimbas pada peningkatan kontrol atas Hong Kong. 

RUU itu disebut memantik ketegangan AS-China dan berpotensi melahirkan perang dingin kedua sepanjang sejarah. Sebelumnya, hubungan AS-China sudah panas setelah Presiden Donald Trump menuding ketidakmampuan China dalam mengatasi virus corona (Covid-19).

Di sisi lain, senat AS telah menyetujui RUU terkait peningkatan pengawasan terhadap perusahaan China. RUU ini bisa mendepak perusahaan-perusahaan asal China yang terdaftar di bursa saham AS.

 

“Ini adalah sentimen negatif di pasar keuangan dan kemunduran dalam perkembangan pasar modal dunia khususnya Amerika Serikat,” ujar Hans kepada Bisnis, Senin (25/5/2020).

Di sisi lain, pelonggaran lockdown secara bertahap di beberapa negara bagian di Amerika Serikat dan dunia bakal menjadi sentimen positif Akan tetapi di saat yang sama kekhawatiran gelombang kedua menjadi perhatian pasar meski sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda gelombang kedua Covid 19. 

Hans menyebut beberapa pekan kedepan menjadi periode penting bagi pasar keuangan dunia karena pelaku pasar akan mencermati apakah pelanggaran lockdown mampu mengembalikan daya beli dan mengembalikan ekonomi kembali normal sebelum pandemi Covid 19.

Hans menyebut sebagian besar sentimen pasar yang ada relatif negatif di tengah terkoreksi pasar saham dunia pada saat pasar Indonesia libur Idulfitri 2020 sehingga dia memperkirakan IHSG akan cenderung konsolidasi melemah di awal pekan.

“Namun IHSG berpotensi mengalami rebound pada akhir pekan. Adapun support IHSG ada di level 4460 sampai 4317 dan resistance di level 4609 sampai 4726,” tutup Hans.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top