Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Medco Energi (MEDC) Bidik US$150 Juta dari Aksi Rights Issue

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja baik bagi perseroan maupun anak usaha perseroan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  16:52 WIB
Fasilitas JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris di Blok Simenggaris. Istimewa - SKK Migas
Fasilitas JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris di Blok Simenggaris. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk. menargetkan menggalang dana sekitar US$150 juta dari aksi pelepasan saham melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Anthony R. Mathias, Direktur Perencanaan & Keuangan/Direktur Independen Medco Energi Internasional mengatakan rencana HMETD diharapkan bisa terealisasi pada pada kuartal III/2020.

“Target dana yang ingin dihimpun sekitar US$150 juta dalam right issue kali ini, kami ekspektasikan mungkin tidak lebih dari itu,” ujar Tony saat investor update, Jumat (22/5/2020).

Dalam keterbukaan informasi perseroan di laman Bursa Efek Indonesia, emiten berkode saham MEDC itu berencana akan melepas sebanyak-banyaknya 7,5 miliar saham dengan nilai nominal Rp25 per saham (PUT III).

Untuk aksi korporasi ini, MEDC akan meminta persetujuan pemegang saham dengan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 25 Juni 2020. Setiap pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk memesan saham baru dalam HMETD akan terdilusi maksimum 29,5 persen.

Per 6 Mei 2020, komposisi pemegang saham MEDC terdiri atas PT Medco Daya Abadi Lestari sebesar 50 persen, Diamond Bridge Pte. Ltd. 21,38 persen, PT Medco Duta 0,19 persen, PT Multifabrindo Gemilang 0,04 persen, dan publik 27,87 persen. Adapun, perseroan memiliki saham treasuri sebesar 0,52 persen.

Tony menjelaskan hasil dari dana yang dihimpun kali ini setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan sebagai modal kerja baik bagi perseroan maupun anak usaha perseroan. Adapun, di tengah tingginya volatilitas harga minyak mentah dunia, emiten tambang migas itu mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar US$240 juta.

Untuk diketahui, jumlah tersebut telah dipangkas sebesar US$100 juta dari target panduan yang ditetapkan perseroan pada awal tahun ini di kisaran US$340 juta. Dari total capex yang baru itu sebesar US$180 juta dialokasikan untuk segmen migas, sedangkan US$60 juta untuk segmen listrik.

“Perseroan yakin bahwa dalam ketidakpastian lingkungan makro saat ini, rencana penambahan dalam modal perseroan melalui HMETD merupakan suatu langkah yang bijaksana untuk mendukung posisi keuangan perseroan,” tulis manajemen Medco Energi.

KINERJA 2019

Di sisi lain, perseroan berhasil memperbaiki profitabilitasnya pada 2019 dengan mencatatkan penurunan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk sebesar 46,69 persen menjadi US$27,32 juta dari US$51,30 juta pada 2018.
Hal itu sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 18 persen secara year on year menjadi US$1,43 miliar dibandingkan dengan perolehan 2018 sebesar US$1,21 miliar. Selain itu, CEO Medco Energi Internasional Robert Lorato mengatakan bahwa kinerja tahun lalu didominasi oleh keberhasilan akuisisi Ophir Energy Plc.

Kendati demikian, Analis Ciptadana Sekuritas Asia Arif Budiman mengatakan dalam risetnya bahwa kinerja keuangan MEDC akan lebih menantang pada tahun ini seiring dengan asumsi harga minyak mentah yang lebih rendah akibat lemahnya permintaan global.

Rugi bersih MEDC diproyeksi melebar hingga US$90 juta pada tahun ini sebelum akhirnya mencetak laba bersih sekitar US$104 juta pada 2021. EBITDA 2020 pun diproyeksi turun 42 persen ke level US$382 juta.

Dengan pertimbangan tersebut, Arif memberikan target harga saham baru terhadap MEDC, yaitu sebesar Rp680 dengan mempertahankan rekomendasi beli karena menawarkan potensi kenaikan signifikan dari harga saham saat ini.

Pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2020), MEDC parkir di level Rp466, naik 1,3 persen. Sepanjang tahun berjalan 2020, saham MEDC telah melemah 46,13 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco energi internasional
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top