Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Strategi Wintermar (WINS) Hadapi Kontraksi Keuangan

Wintermar memprediksi tingkat utilisasi akan menurun pada kuartal II/2020 dan mungkin tetap rendah untuk sisa tahun 2020. Oleh karena itu, Wintermar menyiapkan sejumlah strategi berikut ini.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  12:06 WIB
/wintermar.com
/wintermar.com
Bisnis.com, JAKARTA — PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kontraksi yang terjadi di kuartal II/2020.

Perusahaan pelayaran lepas pantai ini memprediksi tingkat utilisasi akan menurun pada kuartal II/2020 dan mungkin tetap rendah untuk sisa tahun 2020. Pasalnya, kontrak jangka pendek yang berakhir pada periode ini akan sulit diperbaharui.

“Pandemi Covid-19 telah menyebabkan kontraksi tajam dalam permintaan minyak yang mengakibatkan pemotongan dalam pengeluaran modal oleh produsen minyak,” demikian ujar Investor Relation WINS Pek Swan Layanto seperti dikutip Bisnis, Kamis (21/5/2020)

Dia menyebut ada beberapa penundaan proyek pengeboran dari 2020 ke 2021 karena perusahaan minyak enggan berkomitmen di saat harga minyak sulit diprediksi seperti saat ini. Namun, titik paling buruk untuk konsumsi minyak telah terlalui di bulan April lalu.

Menurutnya, belajar dari penurunan 2015, perusahaan secara cepat telah menerapkan langkah-langkah pemotongan biaya dalam sebulan terakhir seperti pengurangan awak kapal pada kapal yang sedang tidak beroperasi dan penggunaan koneksi listrik darat.

Selain itu, perseroan juga telah mengurangi biaya langganan komunikasi untuk kapal yang tidak beroperasi serta penundaan biaya yang tidak penting dan penghentian sementara proses perekrutan.

“Akan ada lebih banyak upaya untuk meningkatkan efisiensi melalui perampingan proses untuk mengurangi pekerjaan manual dan meningkatkan otomatisasi,” imbuh Pek Swan.

Lebih lanjut, dia memperkirakan sangat mungkin pada kuartal ketiga, akan ada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana ekonomi akan kembali pasca COVID19 dan permintaan minyak diperkirakan pulih ke level tahun 2019 di akhir 2021. 

“Ketika negara-negara telah mulai membuka pembatasan masuk wilayahnya, ada tanda-tanda bahwa preferensi konsumen akan beralih ke kendaraan pribadi daripada transportasi massal, yang memiliki dampak lebih besar pada permintaan bahan bakar,” tuturnya.

Adapun, perusahaan tengah berada dalam tahap akhir penjadwalan ulang pembayaran pinjaman dengan para kreditur utama yang akan memberikan kesesuaian yang lebih baik antara arus kas keluar dengan kondisi saat ini. Pek Swan menyebut pemberi pinjaman utama Wintermar sangat mendukung selama ini.
Sementara itu, perseroan berhasil membukukan kinerja positif dengan setelah memperoleh kontrak sebanyak US$78,5 juta per akhir kuartal I/2020 di tengah industri minyak dan gas yang tertekan akibat penurunan harga.

Selama tiga bulan pertama 2020, perseroan mampu meningkatkan utilisasi armada dari 46 persen di tiga bulan pertama 2019 menjadi 68 persen di periode tiga bulan 2020.

Peningkatan kinerja operasional turut menyokong pertumbuhan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar 27 persen menjadi US5,1 juta. Emiten bersandi saham WINS itu juga mencetak laba US$48.327, berbalik dari posisi rugi US$2,3 juta pada kuartal I/2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wintermar offshore marine emiten pelayaran Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top