Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Total Transaksi Bursa Rp34,72 Triliun, Ada Crossing Bank Permata (BNLI) ?

Pada sesi pagi ini, terpantau total nilai transaksi di pasar reguler, tunai, dan negosiasi mencapai Rp34,761 triliun. Nilai itu melejit dibandingkan rerata transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  10:09 WIB
Nasabah bertransaksi di banking hall Bank Permata, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Nasabah bertransaksi di banking hall Bank Permata, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Total nilai transaksi perdagangan di pasar tunai, negosiasi, dan reguler di Bursa Efek Indonesia melonjak drastis pada perdagangan, Rabu (20/5/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengawali sesi, Rabu (20/5/2020) dengan bergerak di zona hijau. Laju indeks sempat menyentuh level support 4.528,088 dan resistance 4.561,554.

Pada sesi pagi ini, terpantau total nilai transaksi di pasar reguler, tunai, dan negosiasi mencapai Rp34,761 triliun. Nilai itu melejit dibandingkan rerata transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk perdagangan Selasa (19/5/2020 misalnya, total nilai transaksi hanya Rp8,62 triliun. Bahkan, total nilai transaksi pada sesi, Senin 0), hanya Rp6,49 triliun

Kabar mengenai resminya transaksi akuisisi Bangkok Bank Public Company Limited dengan pemegang saham PT Bank Permata Tbk.(BNLI), PT Astra International Tbk. (ASII) dan Standard Chartered Bank (SCB) telah beredar sejak awal pekan ini. Dari informasi pasar, harga yang ditetapkan akan mengacu pada harga price to book value (PBV) 1,63 kali, dengan harga Rp 1.396 per saham.

Baru-baru ini, Bangkok Bank, ASII, dan SCB meneken amandement to conditional share purchase agreement (CSPA) yang menyetujui perubahan harga dari 1,77 kali PBV menjadi 1,63 PBV. Dengan perubahan itu, diperkirakan nilai transaksi akuisisi oleh Bangkok Bank akan terdiskon sekitar Rp3 triliun menjadi Rp34 triliun.

Dalam kesepakatan awal 12 Desember 2019, SCB dan ASII akan menjual agregat 89,12 persen kepemilikan sahamnya di BNLI dengan harga pembelian sebesar 1,77 kali PBV. Nilai indikatif akuisisi Bangkok Bank diperkirakan total Rp37,43 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bank permata bangkok bank
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top