Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siasat Metrodata (MTDL) Pacu Kinerja Kuartal II/2020, Andalkan Bisnis Solusi

Direktur Metrodata Electronics Randy Kartadinata mengatakan perseroan mengandalkan pertumbuhan segmen solusi dan konsultasi tersebut sebagai strategi untuk mempertahankan margin laba bersih di tengah potensi perlambatan ekonomi yang lebih dalam pada kuartal II/2020.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 17 Mei 2020  |  12:31 WIB
Presdir Metrodata Electronics Susanto Djaja. Bisnis - Abdurachman
Presdir Metrodata Electronics Susanto Djaja. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja unit bisnis distribusi PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) pada kuartal II/2020 terancam melambat akibat pembatasan kegiatan akibat pandemi. Di saat yang sama, unit bisnis lain milik perseroan yakni bisnis solusi dan konsultasi diharapkan dapat menjadi penopang.

Direktur Metrodata Electronics Randy Kartadinata mengatakan perseroan mengandalkan pertumbuhan segmen solusi dan konsultasi tersebut sebagai strategi untuk mempertahankan margin laba bersih di tengah potensi perlambatan ekonomi yang lebih dalam pada kuartal II/2020.

Pasalnya, kinerja unit bisnis solusi dan konsultasi yang menjual produk-produk IT kepada perusahaan ini masih bertumbuh sebab banyak pesanan yang sudah diperoleh dari masa sebelum pandemi sehingga saat ini mereka tinggal menyelesaikan proses pengerjaannya.

“Oder sudah masuk dari periode sebelumnya dan saat ini sedang dikerjakan. Perusahaan juga terus menyempurnakan sistemnya agar pekerjaan WFH [work from home] berlangsung dengan baik,” ujar Randy kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Dia menuturkan, hingga akhir kuartal I/2020 lalu perseroan sebenarnya belum merasakan dampak yang signifikan dari perlambatan ekonomi akibat diterapkannya pembatasan aktivitas seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Namun, jika PSBB terus berlanjut, maka kinerja unit bisnis distribusi perseroan diperkirakan akan mulai terdampak karena sebagian besar toko pelanggan tutup, khususnya di daerah Jabodetabek dan Pulau Jawa. Sementara untuk pengiriman ke luar Pulau Jawa cenderung masih normal.

Randy mengaku tetap optimistis karena unit bisnis distribusi hardware & software perseroan telah cukup terdiversifikasi baik jenis produk dan segmen pelanggannya, sehingga diharapkan penurunan di unit bisnis distribusi ini akan terbatas.

“Karena dari segi permintaan selama masa PSBB ini, permintaan terhadap peralatan dan software yang memadai untuk WFH masih tetap ada,” imbuhnya.

Akan tetapi, Randy menyebut pihaknya tetap berjaga-jaga bila pandemi korona ini penyebarannya terus meningkat dan PSBB diperpanjang, karena akan memengaruhi bisnis pelanggan mereka yang akan berujung pada menurunnya permintaan.

“Tentu akan berdampak negatif ke hampir semua jenis usaha termasuk kepada para customer kami yang adalah perusahaan-perusahaan skala besar hingga kecil dan menengah,” tambah dia.

Apalagi, secara siklus tahunan bisnis distribusi IT, kuartal kedua kerap mengalami penurunan pesanan karena bertepatan dengan momen Lebaran dan pendaftaran sekolah, sehingga sebagian besar orang memprioritaskan dananya untuk hal tersebut.

“Jadi untuk saat ini sulit kami buat prediksi sampai akhir tahun karena faktor ketidakpastiannya sangat tinggi,” tutup Randy.

Berdasarkan publikasi perseroan yang ada dalam Keterbukaan Informasi BEI, MTDL mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp94,3 miliar di kuartal I/2020, atau naik 10,1 persen yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp85,6 miliar.

Capaian tersebut salah satunya ditopang pertumbuhan penjualan sebesar 4,9 persen yoy dari Rp3,2 triliun di kuartal I/2019 menjadi Rp3,4 triliun di kuartal I/2020. Dengan rincian penjualan di lini bisnis konsultasi yang naik 15,4 persen dan bisnis distribusi yang naik 1,4 persen.

Presiden Direktur MTDL mengungkapkan Susanto Djaja mengatakan MTDL menyediakan produk-produk IT yang dibutuhkan di tengah masa WFH seperti notebook, printer, switch, access point, cloud computing, dan lainnya.

“Kebutuhan notebook masih signifikan hingga sekarang, dengan penjualan notebook MTDL berkontribusi hingga 60 persen dari pendapatan unit bisnis Distribusi MTDL,” tutur Susanto seperti dikutip Bisnis.com, Selasa (12/5/2020).

Menurutnya, banyak perusahaan menjalankan kebijakan work from home (WFH) membuat kebutuhan infrastruktur IT dan peralatan yang mumpuni sangat dibutuhkan, sehingga berdampak pula pada bisnis MTDL sebagai perusahaan penyedia produk dan layanan TIK.

“Bermitra dengan lebih dari 100 merek produk IT terkemuka dan sejalan dengan visi kami sebagai penyedia teknologi digital terpercaya, kami siap mendukung transformasi digital para pelanggan dan mitra korporasi agar tetap beroperasi secara efektif di tengah pandemi ini,” tutur Susanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten metrodata aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top