Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diduga Bermasalah, Kimia Farma (KAEF) Setop Distribusi Rapid Test Biozek

PT Kimia Farma Tbk. melakukan langkah-langkah yakni meminta klarifikasi kepada Inzek International Trading BV Belanda atas pemberitaan tersebut, melakukan penghentian sementara distribusi rapid test sambil menunggu hasil klarifikasi dari produsen
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  11:26 WIB
Petugas medis melakukan tes cepat (Rapid Test) COVID-19 kepada pengemudi ojek online di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas medis melakukan tes cepat (Rapid Test) COVID-19 kepada pengemudi ojek online di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) melakukan penghentian sementara distribusi rapid test biozek yang merupakan produk dan manufaktur Inzek International Trading BV Belanda.

Hal ini ditenggarai oleh temuan investigasi tim Tempo dan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) dalam pemberitaannya yang menyebutkan bahwa alat tersebut diproduksi di China dan akurasinya sangat rendah.

“PT Kimia Farma Tbk. melakukan langkah-langkah yakni meminta klarifikasi kepada Inzek International Trading BV Belanda atas pemberitaan tersebut, melakukan penghentian sementara distribusi rapid test sambil menunggu hasil klarifikasi dari produsen,” tulis manajemen dalam rilis persnya yang diterima Bisnis.com, Rabu (13/5/2020).

Dalam keterangannya disebutkan, emiten berkode saham KAEF tersebut telah melakukan importasi dan distribusi produk rapid test biozek yang merupakan produk dari manufaktur Inzek International Trading BV Belanda sejak pertengahan April 2020 lalu.

Selanjutnya, perseroan menyatakan produk rapid test biozek telah didistribusikan ke fasilitas layanan kesehatan, jejaring laboratorium pemeriksaan dan dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota.  

“Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan solusi kesehatan yang terbaik bagi masyarakat serta menjalankan prosedur sesuai dengan ketentuan, regulsi dan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG),” ungkap perseroan.

Awalnya, perseroan melakukan importasi karena emiten pelat merah tersebut meyakini produk tersebut memenuhi syarat hukum dan mendapatkan sertifikat untuk dapat diperdagangkan dan dikomersialisasikan di pasar Eropa.

Adapun, produk tersebut diklaim sudah digunakan di negara-negara maju seperti Belanda, Inggris, Portugal, Georgia, dan Saudi Arabia.

Untuk diketahui, rapid test biozek adalah jenis rapid test IVD antibody yang hanya digunakan untuk screening test dan diperlukan pengujian lebih lanjut untuk penegakan diagnosa melalui metode polymerase chain reaction (PCR) test.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kimia farma rapid test
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top