Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laporan Keuangan Emiten Dorong Wall Street Menguat di Awal Perdagangan

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,63 persen, indeks S&P 500 menguat 1,63 persen dan indeks Nasdaq Composite naik 1,86 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 April 2020  |  21:24 WIB
Bursa AS. - Reuters
Bursa AS. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menghentikan pelemahan dua hari berturut-turut pada awal perdagangan Rabu (22/4/2020) di tengah serangkaian rilis laporan keuangan perusahaan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average terpantau menguat 1,63 persen atau 375,89 poin k elevel 23.394,77 pada pukul 21.10 WIB, sedangkan indeks S&P 500 menguat 1,63 persen ke level 2.781,21 dan indeks Nasdaq Composite naik 1,86 persen atau 153,77 poin ke level 8.417,00.

Wall Street pulih dari aksi jual terburuk dalam tiga pekan terakhir di tengah serangkaian laporan keuangan perusahaan yang memicu spekulasi bahwa pemulihan akan terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Saham Kimberly-Clark menguat setelah melaporkan penjualan kertas toilet yang kuat, sementara saham Chipotle Mexican Grill menguat menyusul penjualan yang melampaui perkiraan. Netflix merosot setelah mengusulkan penawaran utang, meskipun mencatat pertumbuhan pelanggan.

Sementara itu, saham Texas Instruments menguat setelah merilis kinerja yang solid pada kuartal pertama, namun merevisi proyeksi laba setahun penuh. AT&T bergabung dengan daftar perusahaan yang merevisi proyeksi.

Pasar minyak terus menarik perhatian investor, dengan minyak mentah Brent merosot ke level terendah dalam dua dekade terakhir sebelum mampu rebound. Minyak West Texas Intermediate melonjak di atas US$13 per barel setelah Presiden Donald Trump memerintahkan angkatan laut AS untuk menghancurkan kapal perang Iran yang mengganggu kapal-kapal AS di laut.

Investor terus berupaya untuk menilai dampak virus corona terhadap ekonomi global, dengan kekacauan pasar minyak menunjukkan tekanan masih akan lebih dalam atau berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan oleh pasar.

Kinerja penghasilan perusahaan cenderung tidak dapat diprediksi saat ini," ungkap Michael Cuggino, manajer portofolio di Pacific Heights Asset Management LLC, seperti dikutip Bloomberg.

"Ini hampir mustahil sampai kita memiliki lebih banyak kejelasan mengenai jalan dengan bagaimana dunia keluar dari wabah virus corona," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top