Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja 2019, Tunas Baru Lampung (TBLA) Catatkan Laba Rp663 Miliar

Emiten berkode saham TBLA itu mencatatkan laba bersih sebesar Rp662,82 miliar pada 2019, turun 12,53 persen dari posisi Rp757,74 miliar pada tahun sebelumnya.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 21 April 2020  |  12:35 WIB
Kegiatan operasional PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA). Istimewa
Kegiatan operasional PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Tunas Baru Lampung Tbk. mencatatkan laba sebesar Rp662,82 miliar pada 2019.

Emiten berkode saham TBLA itu mencatatkan laba bersih sebesar Rp662,82 miliar, turun 12,53 persen dari posisi Rp757,74 miliar pada tahun sebelumnya. Dengan begitu laba per saham yang diatribusikan juga ikut turun 12,52 persen menjadi Rp124,08 dari posisi sebelumnya Rp141,84.

Menurunnya laba perseroan disebabkan oleh terkoreksinya pendapatan dan beban-beban sepanjang 2019. Berdasarkan laporan keuangan TBLA, total pendapatan mencapai Rp8,53 triliun turun 0,94 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp8,61 triliun.

Segmen penjualan berelasi menyumbang penjualan sebesar Rp3,17 triliun turun dari posisi tahun sebelumnya Rp3,43 triliun. Produsen minyak goreng Rose Brand itu mencatatkan penjualan pada pihak ketiga sebesar Rp5,36 triliun naik dari tahun sebelumnya Rp5,18 triliun.

Dari kedua segmen itu, penjualan pengolahan minyak sawit dan turunannya menyumbang sekitar Rp5,69 triliun sedangkan tahun sebelumnya Rp6,10 triliuun. Adapun penjualan produk pengolahan gula rafinasi mencapai Rp2,84 triliun sedangkan tahun sebelumnya Rp2,50 triliun.

Selain itu, pihak berelasi PT Sungai Budi tercatat mengurangi nilai pembelian dari posisi Rp3,43 triliun menjadi Rp2,87 triliun. Dengan begitu kontribusi terhadap penjualan berkurang dari posisi 39,85 persen menjadi 33,75 persen.

PT Pertamina menambah porsi pembelian dari 9,41 persen menjadi 18,82 persen atau Rp810,61 miliar menjadi Rp1,60 triliun.

Beban pokok penjualan perseroan tercatat sebesar Rp6,43 triliun naik dari posisi sebelumnya Rp6,31 triliun. Sementara itu total beban umum mengalami kenaikan 15,06 persen ke posisi Rp422,63 miliar. Beban penjualan TBLA juga naik 2,53 persen ke posisi Rp247,36 miliar.

Total liabilitas TBLA tercatat sebesar Rp12 triliun, liabilitas jangka pendek sebesar Rp4,02 triliun. Adapun liabilitas jangka panjang mencapai Rp7,97 triliun.

Total aset perseroan mencapai Rp17,36 triliun dengan aset lancar sebesar Rp6,55 triliun dan aset tidak lancar Rp10,81 triliun.

Sepanjang 2019, perseroan menghabiskan Rp1,36 triliun untuk belanja modal, turun 76,76 persen dari tahun sebelumnya.

Dengan begitu, kas dan setara kas akhir periode mencapai Rp400,67 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkebunan Kinerja Emiten tunas baru lampung
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top