Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Rokok Dapat Benefit dari Relaksasi Cukai, Saham Mana yang Paling Atraktif?

Relaksasi berupa penundaan pembayaran cukai akan membuat beban emiten rokok sementara bisa berkurang.
Sejumlah pekerja pabrik rokok menghitung uang Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran saat pembagian di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2019)./ANTARA-Yusuf Nugroho
Sejumlah pekerja pabrik rokok menghitung uang Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran saat pembagian di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2019)./ANTARA-Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memberlakukan aturan relaksasi berupa penundaan pembayaran cukai untuk pengusaha rokok.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 30/PMK.04/2020 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 57/PMK.04/2017. Beleid ini mengatur tentang Penundaan Pembayaran Cukai untuk Pengusaha Pabrik atau Importir Barang Kena Cukai yang Melaksanakan Pelunasan dengan Cara Pelekatan Pita Cukai.

Sejatinya, ketentuan ini dikeluarkan mengingat industri rokok termasuk dalam sektor yang terdampak dari segi logistik barang akibat dari penyebaran pandemi virus corona atau COVID-19.

Head of Investment Research Infovesta Wawan Hendrayana mengatakan pemberlakuan penundaan cukai tersebut sangat membantu pelaku industri rokok.

“Penundaan cukai akan memberikan napas dan juga mengurangi beban perusahaan rokok,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/4/2020).

Wawan sendiri menjagokan saham emiten rokok besar seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) karena keduanya memiliki kapitalisasi pasar yang besar.

“Saham GGRM salah satu yang penurunannya paling kecil di saham-saham LQ45. HMSP juga diuntungkan, secara kinerja juga penurunan di bawah IHSG,” kata Wawan.

Karenanya, dengan asumsi pandemi COVID-19 dapat terkendali dalam tiga bulan ke depan, target harga yang diberikannya untuk GGRM dan HMSP dalam jangka pendek masing-masing Rp50.000 dan Rp1.900.

“(Emiten rokok) yang lain tidak terlalu likuid dan cenderung jauh lebih kecil [kapitalisasi pasarnya],” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan khusus untuk emiten rokok berkapitalisasi besar seperti HMSP dan GGRM, secara teknikal laju sahamnya masih menguji level support.

“Mayoritas untuk saham-saham rokok terlebih yang kami amati seperti HMSP dan GGRM masih menguji level-level support nya,” ungkapnya,

Menurutnya, saham HMSP berada di level support area Rp1360 dan Rp1085. Jika tidak menembus area tersebut, dalam jangka pendek, lanjutnya, saham HMSP masih berpeluang menguat.

Perbandingan Laju Saham Emiten Rokok

EmitenHarga Saham Kamis (16/4/2020)Pergerakan SahamKamis (16/4/2020)Pergerakan saham year to date
GGRM44475-6,57%-16,08%
HMSP1560-3,11%-25,24%
WIIM1127,69%-33,33%
RMBA252-6,67%-23,64%
ITIC39601,00%52,31%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper