Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). - Bisnis/Dedi Gunawan
Premium

Meneropong Kinerja HMSP dan GGRM, Mana yang Lebih Menarik?

Emiten rokok menghadapi sejumlah tantangan pada tahun ini. Bagaimana realisasi dan proyeksi kinerja PT HM Sampoerna Tbk. dan PT Gudang Garam Tbk.?

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah kenaikan tarif cukai tembakau dan turunnya volume penjualan, tekanan daya beli sebagai akibat pandemi virus corona menjadi tantangan yang mesti dihadapi emiten rokok pada 2020. Tak terkecuali PT HM Sampoerna Tbk. dan PT Gudang Garam Tbk.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Senin (30/3/2020), HM Sampoerna mengantongi penjualan bersih Rp106,05 triliun pada 2019, turun tipis 0,64 persen secara year-on-year (yoy) dari Rp106,74 triliun pada 2018.

Angka tersebut berasal dari produk sigaret keretek mesin senilai Rp74,39 triliun, sigaret keretek tangan Rp19,69 triliun, sigaret putih mesin Rp11,06 triliun, dan lainnya Rp490,2 miliar.

Sebaliknya, Gudang Garam justru membukukan kenaikan pendapatan sebesar 15,48 persen secara tahunan dari Rp95,71 triliun pada 2018, menjadi Rp110,52 triliun pada 2019.


Dapatkan informasi komprehensif untuk menavigasi bisnis Anda hanya dengan Rp50.000/bulan.
Berlangganan SekarangAtau Klik Di Sini untuk berlangganan Rp15.000/minggu
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top