Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terdampak Covid-19, Jaya Ancol (PJAA) Tambah Pinjaman ke Bank DKI

Jaya Ancol sebelumnya sudah memiliki kewajiban jangka pendek kepada Bank DKI sebesar Rp300 miliar dengan masa jatuh tempo 2021.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 14 April 2020  |  17:23 WIB
Petugas pintu masuk kawasan wisata Ancol tengah menggunakan hand sanitezer sebagai upaya pencegahan virus corona, Rabu (4/3/2020). Selain di area pintu masuk, hand sanitezer juga disediakan di sejumlah titik area wisata. - istimewa
Petugas pintu masuk kawasan wisata Ancol tengah menggunakan hand sanitezer sebagai upaya pencegahan virus corona, Rabu (4/3/2020). Selain di area pintu masuk, hand sanitezer juga disediakan di sejumlah titik area wisata. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. bakal menambah pinjaman kepada Bank DKI untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada 2019, manajemen menyebutkan pandemic Covid-19 secara langsung dan tidak langsung yang akan memengaruhi kegiatan operasional Grup termasuk potensi kehilangan pendapatan selama masa penutupan kawasan pada beberapa bulan mendatang.

“Grup telah menjalankan protokol krisis perusahaan untuk menghadapi dampak dari pandemi tersebut, salah satu strategi yang akan dilakukan oleh Grup adalah melakukan pinjaman kepada Bank DKI dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah,” tulisnya pada Selasa (14/4).

Dalam laporan yangs sama, emiten berkode saham PJAA itu sudah memiliki kewajiban jangka pendek kepada Bank DKI sebesar Rp300 miliar dengan masa jatuh tempo 2021. Kewajiban ini memiliki kupon bunga sebesar 7,75 persen per tahun. Kedua belah pihak tidak mensyaratkan jaminan khusus atas fasilitas kredit.

Sebelumnya, Head of Secretary Pembangunan Jaya Ancol Agung Praptono mengatakan manajemen telah menetapkan seluruh unit rekreasi, resor dan restoran yang berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol ditutup sementara sampai waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut.  

Pasalnya, manajemen sebelumnya menginformasikan bahwa seluruh unit rekreasi yang berada di dalam kawasan TamanImpian Jaya Ancol ditutup sementara mulai 14 – 27 Maret 2020. Menurutnya kebijakan tersebut akan berdampak pada berkurangnya penerimaan perseroan selama ditutupnya operasional.

“Saat ini perusahaan masih menghitung dampak kerugian akibat penutupan segmen rekreasi terkait wabah Covid-19. Beberapa rencana proyek inovasi dan renovasi akan dilakukan evaluasi pekerjaan berdasarkan skala prioritas sehingga nantinya akan terdapat adjustment atas belanja modal Perseroan,” ungkapnya.

Meski demikian, aktivitas bisnis Grup dalam sektor properti masih tetap berjalan normal sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini. Aktivitas tersebut meliputi, penjualan unit apartemen  Northland pada bulan Maret 2020, dan pendapatan yang berasal dari pemungutan IPL (Iuran Pengelola Lingkungan) dari warga di kawasan properti Ancol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangunan jaya ancol ancol Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top