Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angka Penawaran Sukuk Naik, Sinyal Positif Investor Kembali Masuk

Hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara yang dilakukan pada hari ini mencatatkan angka penawaran sebesar Rp18,005 triliun, meningkat dibandingkan pada 24 Maret 2020 lalu sebesar Rp14,609 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 07 April 2020  |  16:50 WIB
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Angka penawaran pada lelang Sukuk Negara hari ini yang mengalami sedikit kenaikan menandakan kembali masuknya investor ke pasar obligasi Indonesia secara perlahan.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, hasil lelang yang mengalami kenaikan menandakan minat pasar terhadap obligasi Indonesia masih cukup terjaga. Para investor, baik domestik maupun asing, masih mencari sukuk Indonesia sebagai instrumen investasi yang aman.

"Dari jumlah penawaran yang masuk terbilang cukup baik mengingat mengalami kenaikan dari lelang sebelumnya," katanya saat dihubungi pada Selasa (7/4/2020).

Kenaikan angka penawaran ini juga menandakan kembali masuknya investor ke pasar obligasi Indonesia. Pasalnya, mereka juga memerlukan variasi dalam meracik portofolio investasinya.

"Investor yang sebelumnya keluar mulai terlihat masuk kembali meskipun mereka belum berani membeli dalam jumlah besar atau masih enggan masuk karena volatilitas yang masih tinggi," jelasnya

Belum pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar obligasi Indonesia terlihat dari seri sukuk yang diminati oleh investor. Pada lelang hari ini, sukuk bertenor pendek SPNS08012021 menjadi yang paling dicari investor dengan jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp6,6 triliun.

Seri yang akan jatuh tempo pada 8 Januari 2021 itusekaligus menjadi seri yang paling banyak dimenangkan sebanyak Rp3,2 triliun oleh pemerintah dengan imbal hasil (yield) rata-rata 3,41%.

Sementara itu, Seri SPNS08102020yang jatuh tempo pada 8 Oktober 2020 menjadi seri sukuk yang diminati terbanyak kedua dengan total penawaran Rp6,182 triliun. Adapun jumlah yang dimenangkan dari seri ini adalah Rp600 miliar.

Ramdhan menuturkan, sukuk dengan tenor pendek akan meningkatkan likuiditas di pasaran. Hal ini juga merepresentasikan tingkat risiko yang masih tinggi di pasar Indonesia sehingga banyak investor yang memilih seri tersebut.

Sebelumnya, hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara yang dilakukan pada hari ini mencatatkan angka penawaran sebesar Rp18,005 triliun.

Jumlah tersebut mengalami sedikit kenaikan bila dibandingkan dengan angka penawaran lelang Sukuk pada 24 Maret 2020 lalu sebesar Rp14,609 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk Obligasi Pemerintah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top