Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa India Cetak Kenaikan Terbesar Sejak 2009

Bursa saham India melonjak pada perdagangan hari ini, Selasa (7/4/2020), di tengah optimisme seputar meredanya pandemi virus corona (Covid-19) di beberapa hotspot global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 April 2020  |  17:59 WIB
Gedung National Stock Exchange (NSE) di Mumbai, India. - nseindia.com
Gedung National Stock Exchange (NSE) di Mumbai, India. - nseindia.com

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham India melonjak pada perdagangan hari ini, Selasa (7/4/2020), di tengah optimisme seputar meredanya pandemi virus corona (Covid-19) di beberapa hotspot global.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P BSE Sensex melonjak 8,97 persen ke level 30.067,21, kenaikan terbesar sejak Mei 2009. Indeks NSE Nifty 50 pun melonjak 8,76 persen ke posisi 8.792,20.

Untuk pertama kalinya sejak pandemi virus mematikan itu muncul, China melaporkan tiadanya korban jiwa baru. Adapun di New York, Gubernur Andrew Cuomo mengatakan laju kematian karena virus itu secara efektif tampak mendatar selama dua hari.

“Pelaku pasar mengambil isyarat dari pasar global dimana laju kasus baru telah berkurang dan yang terburuk tampaknya telah diperhitungkan,” ujar Umesh Mehta, kepala riset di Samco Securities Ltd yang berbasis di Mumbai.

"Ada pula kemungkinan stimulus pemerintah untuk sektor-sektor,” tambahnya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Meski demikian, kurva infeksi corona di India belum mendatar. Negeri Hindustan mencatat 4.778 kasus terinfeksi, dengan 136 di antaranya meninggal dunia, menurut data yang dihimpun oleh John Hopkins University.

India juga mengalami peningkatan tajam dalam jumlah kasus infeksi saat pemerintah meningkatkan pengujian harian. Sementara itu, langkah lockdown diberlakukan hingga 14 April sebagai upaya mencegah penularan virus di negara berpopulasi terpadat kedua di dunia ini.

“Pelaku pasar kini fokus pada puncak pandemi bahkan ketika kondisi ekonomi telah memburuk,” tutur Chokkalingam G, kepala penasihat investasi di Equinomics Research & Advisory Pvt. di Mumbai.

“Lockdown selama tiga pekan artinya tidak ada kegiatan bisnis selama seperempat periode tiga bulan, yang akan memberi dampak besar pada laba,” tambahnya.

Volume-volume perdagangan telah turun dan volatilitas tetap tinggi ketika sebagian besar pelaku pasar bekerja dari rumah dengan fleksibilitas terbatas.

Menurut Abhimanyu Sofat, kepala riset di IIFL Securities Ltd., diperlukan berita yang lebih positif dari dalam negeri terkait virus corona agar indeks Nifty dapat melonjak menembus level 9.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top