Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Optimisme Pelaku Pasar Meningkat, Bursa Global Menguat

Bursa saham global menguat pada perdagangan Selasa (7/4/2020), di tengah optimisme bahwa wabah virus corona (COVID-19) memperlihatkan laju perlambatan di sejumlah episentrum penyebaran.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 April 2020  |  14:40 WIB
Ilustrasi. Bursa saham China. -  Qilai Shen/ Bloomberg
Ilustrasi. Bursa saham China. - Qilai Shen/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham global menguat pada perdagangan Selasa (7/4/2020), di tengah optimisme bahwa wabah virus corona (COVID-19) memperlihatkan laju perlambatan di sejumlah episentrum penyebaran.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific Index terpantau menguat nyaris 2 persen setelah ditutup naik 3 persen pada perdagangan Senin. Sementara itu, kontrak pada indeks S&P 500 menguat setelah Wall Street ditutup pada level tertinggi sejak 13 Maret.

Di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup 1,96 persen dan 2,01 persen, masing-masing, sedangkan indeks Kospi ditutup menguat 1,77 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat masing-masing 2,05 persen dan 2,28 persen setelah bank sentral China merilis rencana stimulus lanjutan.

Dilansir Bloomberg, sebagian besar pelaku pasar mulai optimis menyusul tanda-tanda bahwa krisis COVID-19 akan mereda di beberapa negara. Italia, Prancis, Jerman dan Spanyol melaporkan jumlah kasus baru yang lebih rendah.

Sementara itu di New York, Gubernur Andrew Cuomo mengatakan angka kematian harian mulai menunjukkan grafik yang melandai. Di Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe diperkirakan akan mengumumkan keadaan darurat untuk satubulan ke depan.

Namun, banyak pelaku pasar terus memperingatkan terhadap ekspektasi kenaikan berkelanjutan sampai ada kejelasan mengenai prospek pendapatan.

"Optimisme pada arah pasar ekuitas akan sulit dipertahankan sampai kita melihat kejelasan lebih lanjut tentang prospek pendapatan perusahaan dan sampai dispersi perkiraan analis mereda," ungkap Marija Veitmane, analis di State Street Global Markets, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa global
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top