Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pangkas Anak Usaha, Ini Keuntungan Buat Telkom (TLKM)

Struktur Telkom dinilai terlalu gemuk sehingga pemangkasan anak usaha dinilai akan memberikan ruang gerak yang lebih leluasa.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 03 April 2020  |  17:57 WIB
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah (kiri) memberi penjelasan di sela-sela RUPST, di Jakarta, Jumat (24/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah (kiri) memberi penjelasan di sela-sela RUPST, di Jakarta, Jumat (24/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. bakal merampingkan struktur grup perusahaan dengan memangkas sedikitnya 20 anak usaha hingga 2021.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menilai langkah ini dapat berdampak positif kepada emiten berkode saham TLKM tersebut. Pasalnya, struktur grup Telkom dinilai sudah terlalu gemuk dan tidak efisien.

“Kalau aksi korporasi ini memang lebih ke internal, artinya lebih ke konsolidasi internal untuk konsolidasi usahanya, karena kebanyakan arah nya melakukan hal untuk efisiensi output, dan agar lebih ramping, geraknya lebih leluasa,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (3/4/2020).

Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III/2019, Telkom tercatat memiliki 40 entitas anak usaha. Sebanyak 12 di antaranya merupakan anak usaha dengan kepemilikan langsung dan sisanya berdasarkan kepemilikan tidak langsung.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan bahwa perseroan akan memangkas 20 anak usaha untuk berfokus ke bisnis digital. Adapun, saat ini jumlah anak dan cucu usaha Telkom mencapai 49 perusahaan.

“Sejak tahun lalu kami sudah ada restruktrukturisasi anak usaha, saat ini ada sekitar 49 anak cucu perusahaan yang terkonsolidasi ke Telkom. Ada beberapa yang overlapping kurang efisien. Kita juga pertimbangkan ke depan Telkom seperti apa,” jelasnya melalui konferensi video, Jumat (3/4/2020).

Dia mengatakan bahwa salah satu strategi yang akan dilakukan untuk memangkas jumlah anak usaha adalah dengan melakukan merger atau penggabungan usaha. Perseroan, lanjutnya, sebisa mungkin akan menghindari opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam proses restrukturisasi ini.

“Jumlah total ada 20 anak perusahaan [akan dikonsolidasi]. Kami akan minimalkan pemutusan hubungan kerja. Kami akan pindahkan ke perusahaan lain sehingga dampaknya PHK bisa kami minimalkan,” ujarnya.

Meski akan memangkas jumlah anak usaha, Ririek menuturkan hal ini tidak berarti bahwa perseroan tidak akan berekspansi dengan menambah entitas bisnis baru. Menurutnya, dengan berfokus pada bisnis digital, perseroan berpeluang kembali mendirikan perusahaan patungan dengan pihak swasta.

Dia juga mengatakan bahwa konsolidasi anak usaha ini akan meningkatkan efisiensi operasional perseroan. Ririek juga memastikan bahwa proses konsolidasi tidak akan memengaruhi pelayanan kepada para pelanggan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN telkom
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top