Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Telkom (TLKM) Konsolidasi Anak Usaha Bertahap Hingga 2021  

Konsolidasi anak usaha Telkom sejalan dengan transformasi menjadi digital telco.
Karyawan melayani pelanggan di pusat layanan pelanggan Telkomsel di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin(27/1/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan melayani pelanggan di pusat layanan pelanggan Telkomsel di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin(27/1/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan konsolidasi tujuh entitas usaha hingga akhir 2020.  Hal tersebut merupakan bagian dari konsolidasi 20 anak dan cucu perusahaan hingga 2021.

Vice President Corporate Communication Telkom Arief Prabowo mengatakan upaya tersebut sesuai dengan strategi lima tahunan perseroan yang ditetapkan dalam Corporate Strategic Scenario Telkom 2020-2024. 

“Sejalan dengan transformasi [Telkom] menuju Digital Telco,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, bentuk konsolidasi yang akan dilakukan sebagian besar adalah merger internal. Tapi  tidak menutup kemungkinan skema lain yang akan ditentukan dari hasil due diligence terhadap masing-masing anak perusahaan tersebut.

Mengenai perusahaan mana saja yang akan dikonsolidasikan, Arief mengaku belum dapat menjelaskannya secara rinci karena proses konsolidasi masih menunggu hasil peninjauan kinerja masing-masing perusahaan.

Arief menambahkan, proses konsolidasi juga akan mempertimbangkan skala prioritas, kemudahan proses konsolidasi, kecilnya dampak ke karyawan, serta kondisi ekonomi makro yang dipengaruhi oleh pandemi Covid-19.

Di sisi lain, konsolidasi diperkirakan akan meningkatkan kinerja perseroan dalam jangka menengah dan jangka panjang. Telkom juga  akan lebih fokus untuk memberikan layanan terbaik melalui pemanfaatan sumber daya secara bersama pada portofolio bisnis sejenis yang sebelumnya dikelola secara terpisah.

“Demikian pula laba bersih perusahaan secara konsolidasi diprediksi akan semakin meningkat dengan makin efisiensnya operasional perusahaan serta penggunaan sumber daya yang semakin efektif dan efisien,” jelas Arief.

Sementara itu untuk aspek human capital, Arief menyebut perseroan telah menyiapkan strategi dan skenario konsolidasi terhadap karyawan, antara lain melalui optimalisasi dan alih tugas antar anak perusahaan maupun dengan perusahaan induk.

“Tentu dengan berpedoman pada Undang-Undang Ketenagakerjaan dan ketentuan lain yang berlaku,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan rencana perampingan struktur anak dan cucu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan tata kelola bisnis perusahaan BUMN. 

Strategi tersebut diproyeksikan dapat memangkas jumlah total perusahaan dan anak cucu usaha BUMN bisa terpangkas hingga 70 persen. Adapun saat ini jumlah perusahaan BUMN mencapai sekitar 142 perusahan dan anak usaha BUMN i mencapai sekitar 800 perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper