Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hedge Fund di China Disarankan Lebih Transparan

Sistem hedge fund China cenderung memungkinkan redemption bulanan, berbeda dengan kebijakan penarikan secara kuartalan atau per tiga bulan yang ditawarkan kebanyakan regional lainnya di dunia.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 02 April 2020  |  10:23 WIB
Mata uang euro. -  Akos Stiller / Bloomberg
Mata uang euro. - Akos Stiller / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Credit Suisse Group AG menyarankan hedge fund yang berfokus ke China untuk berkomunikasi lebih banyak dengan investor. Pasalnya, ada kekhawatiran aksi jual bersih atau redemptiondari kawasan tersebut akan meningkat di tengah gejolak pasar.

Sistem hedge fund China cenderung memungkinkan redemption bulanan, berbeda dengan kebijakan penarikan secara kuartalan atau per tiga bulan yang ditawarkan kebanyakan regional lainnya di dunia.

Head of Equity Sales and Prime Distribution the Swiss Bank’s Asia-Pacific.Jonathan Jenkins mengatakan perusahaan harus dalam “kontak berkala dan proaktif dengan investor” untuk mengartikulasikan peluang yang mereka lihat di pasar dan langkah-langkah yang dilakukan untuk memitigasi risiko.

"Dana dari fund tersebut umumnya memiliki daftar panjang dana yang bisa mereka tebus. Biasanya investor akan lebih sering memilih fund yang terlihat kurang transparan," kata Jenkins seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (2/4/2020).

Para pengamat semakin banyak menyebutkan bahwa situasi saat ini sejalan dengan krisis keuangan global 2008, ketika kerugian investasi dan aksi redemption memangkas aset hedge fund Asia sebesar 36 persen.

Fund yang berbasis di Asia, cenderung “digunakan” sebagai ATM oleh orang-orang kaya Eropa yang kekurangan uang karena mereka memiliki likuiditas yang lebih besar dan persyaratan penebusan yang lebih longgar.

Data Eurekahedge Pte. menyebut sekitar 86 persen dari hedge fund yang berfokus di China memperbolehkan investor untuk enarik uang mereka secara bulanan atau bahkan lebih sering, dibandingkan dengan 80 persen fund Asia dan Eropa. Sedangkan 45 persen fund AS hanya memperbolehkan penarikan satu kuartal sekali atau lebih jarang.

Adapun menurut data yang dikumpulkan Hedge Fund Research Inc. menunjukkan bahwa baru pada 2013 aset industri di Asia pulih ke level yang pernah dicapainya sebelum krisis 2008. Sementara itu aset industri global melanjutkan pertumbuhan dalam dua tahun.

Regional Head of the Consultancy Albourne Partners Ltd Richard Johnston mengatalam hedge fund Asia yang dipantau oleh pihaknya cenderung memiliki basis investor yang lebih stabil sekarang, dengan didominasi uang dari institusi AS.

“Hanya hedge fund China yang masih punya porsi cukup besar dari uang institusi Eropa,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hedge fund investasi china
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top