Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Ini Vitamin OJK untuk Topang Reksa Dana

Kinerja buruk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena terpapar sentimen negatif dari penyebaran virus corona turut menular ke performa reksa dana. Apa yang diberikan otoritas sebagai vitamin?
Dhiany N. Utami & M. Nurhadi Pratomo
Dhiany N. Utami & M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  12:07 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. - Bisnis/Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus melemah turut membawa industri pengelolaan investasi kolektif ke dalam tekanan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun merilis stimulus bagi beberapa jenis reksa dana berupa pelonggaran waktu pembubaran produk hingga pengubahan komposisi portepel.

Langkah tersebut ditempuh OJK guna menyikapi dinamika pasar akibat penyebaran COVID-19. Otoritas merelaksasi waktu pembubaran produk bagi reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK), terproteksi, penjaminan, dan indeks.

Apabila dana kelolaan reksa dana KIK kurang dari Rp10 miliar setelah efektif selama 130 hari, produk tersebut wajib dibubarkan dalam kurun waktu 160 hari. Sementara itu, bagi Reksa Dana Terproteksi, Reksa Dana Dengan Penjaminan, dan Reksa Dana Indeks yang melakukan Penawaran Umum yang bersifat terbatas pembubaran poin ini berlaku jika dalam 160 hari dana kelolaan kurang dari Rp10 miliar.

Semula, aturan bagi reksa dana KIK hanya 90 hari masa efektif sedangkan pada 3 jenis reksa dana lain selama 120 hari.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top