Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gagal Bayar, Pengadilan Perintahkan Likuidasi Hedge Fund Kripto Three Arrows Capital

Pengadilan British Virgin Island membuat surat perintah pada Senin (27/6/2022) dan menunjuk dua mitra di perusahaan konsultan dan penasihat Teneo untuk menangani likuidasi Three Arrows Capital
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  14:43 WIB
Gagal Bayar, Pengadilan Perintahkan Likuidasi Hedge Fund Kripto Three Arrows Capital
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pengadilan British Virgin Island memerintahkan likuidasi atas aset perusahaan pengelola dana atau hedge fund aset kripto Three Arrows Capital menusul kegagalan pembayaran utang.

Dilansir Bloomberg, sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan pengadilan Virgin Island telah membuat surat perintah pada Senin (27/6/2022) dan menunjuk dua mitra di perusahaan konsultan dan penasihat Teneo untuk menangani likuidasi tersebut.

Teneo akan mengawasi negosiasi dengan calon pembeli yang mungkin tertarik dengan sisa aset Three Arrows, seperti token atau saham ekuitas di startup kripto. Sebuah situs web akan dibuat untuk mencari kreditur dan menentukan siapa yang berutang apa.

Three Arrows telah berinvestasi dalam berbagai platform keuangan terdesentralisasi seperti Aave dan dYdX, serta perusahaan infrastruktur crypto seperti StarkWare. Jumlah aset yang akan dilikuidasi masih belum dipublikasi.

Perintah pengadilan ini mengakhiri perjalanan dari salah satu dana lindung nilai aset kripto yang paling terkenal, yang didirikan oleh Zhu Su dan mantan pedagang Credit Suisse Kyle Davies di meja dapur apartemen mereka pada tahun 2012.

Kekayaan keduanya mereka meningkat seiring dengan kenaikan pasar kripto, dan aset Three Arrows yang dikelola diperkirakan sekitar US$10 miliar pada bulan Maret, menurut perusahaan analisis blockchain Nansen.

Pada bulan April, Zhu mengatakan Three Arrows berencana untuk memindahkan kantor pusatnya ke Dubai dari Singapura.

Three Arrows telah menjadi simbol dari ekses industri selama lonjakan aset kripto tahun lalu dan perusahaan telah membangun pengaruh besar. Namun roda berputar tahun ini dan nasib Three Arrows berbalik 180 derajat, yang bahkan memicu kejutan kepada pasar.

Co-founder Messari Inc Ryan Selkis mengatakan likuidasi Three Arrows akan menghadirkan kemunduran bagi upaya kebijakan industri dan keterlibatan berkelanjutan di aset kripto.

“Banyak pemimpin institusional terpusat memiliki kontrol risiko yang buruk, dan menempatkan dana pelanggan dalam risiko,” ungkap Selkis seperti dikutip Bloomberg, Kamis (30/6/2022).

Krisis likuiditas dana adalah salah satu dari serangkaian krisis yang melanda industri aset kripto yang ambles sepanjang tahun ini, yang sebelumnya diguncang oleh hancurnya stablecoin TerraUSD dan masalah likuiditas pemberi pinjaman Celsius Network dan Babel Finance.

Tekanan terhadap Three Arrows telah memukul perusahaan seperti broker crypto Voyager Digital Ltd., yang minggu ini mengatakan telah mengeluarkan pemberitahuan default untuk Three Arrows setelah tidak menerima pembayaran pinjaman senilai sekitar US$675 juta dari perusahaan.

Sebelumnya, pemberi pinjaman crypto BlockFi dan broker utama Genesis mengatakan bahwa mereka harus melikuidasi salah satu rekanan besar mereka baru-baru ini, tanpa menyebutkan namanya.

Three Arrows tergabung dalam British Virgin Islands. Pengadilan Niaga di sana memerintahkan suatu perusahaan untuk dilikuidasi jika dianggap pailit karena tidak dapat membayar utang-utangnya. Perusahaan juga dapat secara sukarela melikuidasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hedge fund cryptocurrency mata uang kripto aset kripto
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top