Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penjualan Kendaraan Terkontraksi, Bahana Masih Sarankan Saham ASII

Volume penjualan roda empat akan mengalami kontraksi sekitar 8 persen atau diperkirakan sekitar 948.000 unit. Sementara, penjualan roda dua diperkirakan turun sekitar 5 persen atau mencapai sekitar 6,163 juta unit untuk sepanjang 2020.
PT Astra Internasional/Bisnis.com
PT Astra Internasional/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan kendaraan roda empat sepanjang tahun 2020 diperkirakan akan mengalami kontraksi karena pandemi virus corona.

Di sisi lain, penjualan kendaraan roda dua diperkirakan akan tumbuh single digit.

Analis Bahana Sekuritas Anthony Yunus menilai penjualan kendaraan bermotor akan sulit mencapai target pada tahun ini. Pasalnya, industri ini tengah menghadapi banyak tantangan sepanjang kuartal I/2020.

Tantangan tersebut termasuk bencana banjir beberapa waktu lalu dan wabah virus corona yang penyebarannya kian meluas di Indonesia.

‘’Ancaman perlambatan ekonomi semakin nyata baik secara global maupun domestik selama kuartal pertama tahun ini dan masih akan berdampak hingga kuartal kedua,’’ katanya pada Kamis (2/4/2020).

Sejumlah tantangan ini, lanjutnya, akan berdampak terhadap permintaan kendaraan bermotor yang akan sulit mencapai target meski suku bunga sudah dipangkas beberapa kali.

Anthony memperkirakan volume penjualan roda empat akan mengalami kontraksi sekitar 8 persen atau diperkirakan sekitar 948.000 unit. Sementara, penjualan roda dua diperkirakan turun sekitar 5 persen atau mencapai sekitar 6,163 juta unit untuk sepanjang 2020.

Sebelumnya, Bahana Sekuritas memperkirakan penjualan kendaraan bermotor roda empat secara nasional akan mencapai sekitar 1,07 juta unit.

Sementara itu, asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan penjualan mobil sekitar 1,1 juta unit, tetapi asosiasi tengah berhitung ulang terhadap proyeksi ini.

Pada Januari 2020, penjualan mobil tercatat sebesar 79.983 unit atau turun 2,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan terbesar disumbangkan oleh penjualan dari grup Astra International sebanyak 40.289 unit atau naik sebesar 4,7 persen secara tahunan.

Adapun sisanya merupakan sumbangan dari penjualan di luar grup Astra, yang secara tahunan mengalami penurunan sebesar 0,1 persen, terutama akibat turunnya penjualan Mitsubishi.

Terkait situasi tersebut, Anthony merekomendasikan investor untuk saham membeli Astra International yang berkode saham ASII, dengan target harga Rp 6.000 per saham. Pendapatan grup Astra diperkirakan mencapai Rp 225,8 triliun pada akhir 2020, atau turun sebesar 15,6 persen dari perkiraaan semula.

Sementara itu, laba bersih ASII diperkirakan turun sekitar 20 persen menjadi sekitar Rp19,6 triliun pada akhir 2020, dibanding perkiraan sebelumnya sebesar Rp24,5 triliun.

Pada 2019, pendapatan bersih Grup Astra pada 2019 mengalami penurunan sekitar 1 persen menjadi Rp237,17 triliun. Adapun, laba bersih tumbuh tipis 0,16 persen menjadi Rp21,7 triliun.

Pada perdagangan Kamis (2/4/2020) sesi I, saham ASII menguat 2,39 persen atau 90 poin menjadi Rp3.860. Sepanjang tahun berjalan harga sudah tertekan hingga 44,26 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper