Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Terdakwa kasus korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina, Edward Soeryadjaya berjalan keluar ruang sidang seusai menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA - Hafidz Mubarak A
Premium

Historia Bisnis: Mimpi Edward Soeryadjaya Miliki Perusahaan Efek

04 Maret 2020 | 12:10 WIB
Kala itu, geger Bank Summa, yang mengakibatkan Om Willem harus merelakan PT Astra International Tbk. (ASII) lepas dari tangannya, belum terkuak.

Bisnis.com, JAKARTA — Edward Seky Soeryadjaya, anak dari pendiri grup astra William Soeryadjaya, saat ini berstatus sebagai tahanan di Rutan Salemba dalam perkara korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina dengan vonis 15 tahun kurungan.

Tepat 30 tahun silam atau tepatnya 4 Maret 1990, anak sulung dari Om Willem itu pernah bermimpi untuk memiliki securities house atau perusahaan efek untuk melakukan transaksi efek atau perdagangan surat berharga.

Harian Bisnis Indonesia pada hari itu menurunkan berita mengenai rencana Summa Group untuk mengubah penampilan Hotel Sabang Metropolitan sebagai hotel bergengsi sekaligus lokal securities house di Ibukota.

“Kami merasa kesempatan ini tak bisa dilepaskan. Kepercayaan yang diberikan oleh PT Danareksa membuat peluang bisnis di bidang pasar modal kini makin menarik. Kebetulan tempat ini bersebelahan dengan pusat kegiatan pasar modal,” kata Edward, Presiden Komisaris Bank Summa, kala itu.

Selepas meresmikan kantor cabang pembantu Bank Summa ke-28 di Hotel Sabang Metropolitan, dia bermimpi bank yang dikelolanya bakal menjadi pelaksana dalam penawaran emisi saham perdana.

Edward ketika itu begitu berambisi untuk membawa Summa Group, melalui Bank Summa, terjun ke pasar modal.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top