Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beban Bengkak, Laba SDPC Rontok Hampir 60 Persen

Berdasarkan laporan keuangan 2019, emiten berkode saham SDPC tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp7,88 miliar, turun 59,47 persen secara tahunan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  06:17 WIB
/Bisnis
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – PT Millenium Pharmacon International Tbk. mengalami penurunan laba bersih hampir 60 persen pada 2019 karena kenaikan beban yang signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan 2019, emiten berkode saham SDPC tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp7,88 miliar, turun 59,47 persen secara tahunan. Pada 2018, laba bersih tercatat sebesar Rp19,44 miliar.

Sejatinya, perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 14,75 persen secara tahunan menjadi Rp2,72 triliun. Kinerja penjualan obat resep senilai Rp2,02 triiun menjadi penopang pendapatan.

Namun, beban pokok tercatat meningkat lebih tinggi dibandingkan peningkatan pendapatan, yakni 15,33 persen menjadi Rp2,49 triliun. Beban pokok penjualan obat resep sebesar Rp1,85 triliun menjadi kontributor terbesar.

Meski dari kinerja itu laba kotor masih tercatat sebesar Rp228,75 miliar, laba bersih harus tertekan karena adanya kenaikan beban operasional yang cukup besar. Salah satunya adalah beban penjualan yang naik 20,48 persen menjadi Rp50,96 miliar.

Beban umum dan administrasi juga meningkat 10,67 persen menjadi Rp113,05 miliar. Di sisi lain, beban keuangan tercatat mengalami kenaikan paling besar, yakni 52,59 persen menjadi Rp52,89 miliar.

Perolehan laba dihasilkan dari pengelolaan aset sebesar Rp1,23 triliun, naik dari posisi 2018 sebesar Rp1,19 triliun. Aset terdiri dari liabilitas senilai Rp995,4 miliar dan ekuitas senilai Rp235,43 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten emiten farmasi millenium pharmacon
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top