Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadwal Baru Perdagangan Bursa Gerus Nilai Transaksi?

Total nilai transaksi saham, tercatat turun signifikan pada sesi perdagangan, Senin (30/3/2020).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  17:35 WIB
Karyawan menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawan menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— Pemangkasan waktu perdagangan bursa efek membuat total nilai transaksi saham turun signifikan pada sesi perdagangan, Senin (30/3/2020). Ruang yang lebih sempit bagi investor, khususnya asing, untuk mempertimbangkan kondisi global sore hari disebut menjadi salah satu penyebab.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memberlakukan ketentuan jam perdagangan baru mulai, Senin (30/3/2020). Kebijakan itu untuk menyesuaikan dengan pemendekan jam operasional Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) serta mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan work from home (WFH) dalam meminimalisasi penyebaran pandemik COVID-19.

Dalam sesi perdagangan perdana menggunakan jadwal baru, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) harus menghentikan tren bullish dua sesi akhir pekan lalu. Indeks tersungkur dengan koreksi 131,071 poin atau 2,88 persen ke level 4.414,500 pada penutupan, Senin (30/3/2020).

Berdasarkan data BEI, total nilai transaksi saham di pasar reguler, tunai, dan negosiasi senilai Rp5,55 triliun sepanjang perdagangan, Senin (30/3/2020. Jumlah itu menurun jauh dibandingkan dengan total nilai transaksi pada dua sesi sebelumnya yang mencapai Rp12,74 triliun dan Rp12,36 triliun.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali menilai perubahan jadwal perdagangan membuat waktu yang dimiliki investor, khususnya asing, menjadi lebih sempit. Dalam jadwal perdagangan normal, para investor biasanya dapat melihat kondisi global seperti pasar Eropa pada sore hari.

“[Dampak pemangkasan waktu perdagangan] terlihat dari transaksi investor asing yang lebih kecil,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (30/3/2020).

BEI mencatat nilai pembelian investor asing senilai Rp2,12 triliun dan penjualan Rp2,18 triliun sepanjang sesi, Senin (30/3/2020). Dengan demikian, tercatat investor asing membukukan net sell atau jual bersih senilai Rp53,26 miliar.

Selain waktu perdagangan saham yang berkurang, diberlakukan juga trading halt atau pembekuan sementara perdagangan selama 30 menit pada sesi perdagangan, Senin (30/3/2020). Kondisi itu lantaran IHSG telah mengalami koreksi 5 persen pada pukul 10:20 waktu JATS.

Kendati demikian, Frederik menekankan bahwa besarnya nilai transaksi saham pada dua perdagangan akhir pekan lalu juga dipicu oleh sentimen global dari stimulus Amerika Serikat dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

“Namun, fundamental ekonomi saat ini masih ditentukan dari perkembangan pandemik COVID-19. Semakin lama diatasi maka semakin menurun kondisi ekonomi jadi kuncinya ada di penanganan secara global,” jelasnya.

Di lain pihak, Senior Vice President Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menilai perubahan jadwal bursa efek tidak berdampak sama sekali terhadap perdagangan. Menurutnya, lesunya transaksi pada sesi Senin (30/3/2020), lebih disebabkan oleh pelaku pasar yang wait and see .

“Market wait and see setelah IHSG sudah naik signifikan 14 persen selama 2 hari,” ujarnya.

Janson menyebut faktor yang lebih menekan kinerja IHSG hari ini lebih kepada pencegahan COVID-19. Apalagi, New York Stock Exchange (NYSE) sudah tidak memperbolehkan floor trader atau anggota bursa untuk bertransaksi langsung di sana dan harus melakukan kerja dari rumah melalui elektronik.

Transaksi Perdagangan BEINilai Transaksi (Rp Triliun)Pergerakan IHSG (%)Net Buy/Net SellInvestor Asing (Rp Miliar)
19/03/20205,17-5,20-636,24
20/03/202013,172,18-794,06
23/03/20205,60-4,8936,63
24/03/20207,76-1,30-631,41
25/03/2020LiburLiburLibur
26/03/202012,7410,19662,26
27/03/202012,364,76221,25
30/03/20205,57-2,88-63,50

Sumber: PT Bursa Efek Indonesia, diolah

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia perdagangan Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top