Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lippo Karawaci (LPKR) Kantongi Rp322 Miliar dari Divestasi Lanjutan First REIT

Penjualan saham First REIT sudah dimulai sejak Juni 2019
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  09:55 WIB
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk. meraup pendapatan sebanyak Rp322 miliar lewat divestasi saham di First REIT.

First REIT merupakan entitas usaha Lippo Karawaci yang terdaftar di Singapura. Dalam tiga bulan pertama ini, perseroan sudah mengantongi Rp322 miliar. Total penjualan saham First REIT dimulai sejak pada Juni 2019 telah menghasilkan Rp851,7 miliar.  

John Riady, Chief Executive Officer Lippo Karawaci mengatakan selama tiga bulan terakhir, LPKR telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat fleksibilitas keuangan. Menurutnya hal itu nantinya akan membantu dalam menavigasikan perseroan secara efektif untuk melalui suatu situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Dalam masa yang penuh ketidakpastian ini, kami telah membuat sejumlah keputusan yang menempatkan Lippo Karawaci di posisi terbaik bagi para karyawan, pelanggan, dan pemegang saham kami, ”katanya melalui keterangan resmi, Senin (30/3/2020).

Sebagai informasi, LPKR telah mendapatkan fasilitas pinjaman modal kerja senilai Rp700 miliar dengan bank lokal pada Maret 2020. Pinjaman tersebut akan menyediakan likuiditas tambahan bagi Perseroan. 

Namun di sisi lain, John juga berniat mengurangi sejumlah biaya operasional pada tahun fiskal 2020. Efisiensi juga akan menargetkan pengurangan lebih lanjut dalam belanja modal dan modal kerja.

"Kami juga menyesuaikan strategi lindung nilai di awal kuartal I/2020 ketika nilai tukar berada pada Rp13.700 per US$. Kami menghasilkan sekitar US$60 juta dengan memindahkan hedging kami dari Rp15.000 ke Rp17.500 untuk nilai pokok obligasi kami," sebutnyam

Selain itu mulai minggu ini, perseroan telah mengumumkan pengurangan jam operasional di berbagai mal-mal dan hotel-hotel. Aksi ini akan menghasilkan strategi penghematan biaya untuk tiga bulan ke depan. 

"Ke depannya, bisnis-bisnis kami akan terus melayani para pelanggan sembari secara aktif mempromosikan dan mengedukasi pelanggan tentang praktik menjaga jarak sosial dan kebersihan," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lippo group divestasi Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top