Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Terjun Lagi, Ini Rekomendasi dari Analisis Teknikal untuk Trading Harian

Terpantau hingga pukul 9.25 WIB, IHSG mencapai level 4.326 turun lebih dari 200 poin, atau turun sebesar 4,84 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  09:38 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektornik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pada perdagangan Selasa (17/3), IHSG tertekan di zona merah dan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016. Bisnis - Abdurachman
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektornik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pada perdagangan Selasa (17/3), IHSG tertekan di zona merah dan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terjun lebih dari 4 persen pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (30/3/2020).

Terpantau hingga pukul 9.25 WIB, IHSG mencapai level 4.326 turun lebih dari 200 poin, atau turun sebesar 4,84 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia menjadi pemberat laju IHSG pada pembukaan perdagangan. Keduanya terpantau mengalami penurunan masing-masing sekitar 4,5 persen dan 6,5 persen.

Sebelumnya, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Tasrul mengatakan bahwa IHSG meski memiliki peluang masuk fase konsolidasi. Namun, IHSG diperkirakan akan tetap sangat rentang megalami koreksi.

Dia mulanya memperkirakan IHSG bakal diperdagangkan pada level 4.436—4.587. Adapun, level support diperkirakan berada pada 4.436 dan resistance di level 4.587.

Melihat kondisi terkini, telah berada di bawah level support yang diperkirakan. Tasrul sebelumnya menyarankan investor untuk melakukan cut loss apabila IHSG menyentuh level 4.295.

Berdasarkan analisis teknikal harian, Tasrul merekomendasikan sejumlah saham untuk dibeli dalam kondisi lemah atau buy on weakness. Berikut saham rekomedasinya:

BRPT (buy on weakness, trading range 555—630)
Indikator MFI optimized ,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik. Daily support di 555 sementara itu daily resistance di 630. Cut loss level 460.

BTPS (buy on weakness, trading range 2.230—2.540)
Indikator MFI optimized,,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik terbatas namun rawan koreksi. Daily support di 2.230, sementara itu daily resistance di 2.540. Cut loss level di 2.030.

BMRI (buy on weakness, trading range 4.620—5.025)
Indikator MFI optimized,indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized masih cenderung naik namun terbatas dan rawan koreksi. Perkiraan daily support di 4.620 dan daily resistance di 5.025. Cut loss level di 3.850.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top