Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Efek Stimulus AS, Rupiah Masih Bertengger di Zona Hijau

Hingga penutupan perdagangan sore nanti, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.290 hingga Rp16.450 per dolar AS.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  12:56 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih bertahan di zona hijau hingga sesi pertama perdagangan Kamis (26/3/2020). Rupiah menguat seiring dengan koreksi dolar AS yang dipicu keputusan Negeri Paman Sam untuk menggelontorkan stimulus jumbo. 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah parkir di level Rp16.278 per dolar AS, menguat 1,35 persen atau 223 poin. Penguatan itu menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di Asia, mengalahkan rupee yang menguat 0,97 persen dan ringgit yang terapresiasi 0,47 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,31 persen ke level 100,74.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah mendapatkan momentum untuk memperbaiki kinerjanya karena dolar AS terus terkoreksi seiring dengan optimisme pasar menanti kepastian pemerintah AS untuk memberikan stimulus jumbo senilai US$2 triliun.

Untuk diketahui, Senat AS telah mengesahkan RUU paket stimulus ekonomi dan kesehatan senilai US$2 triliun untuk menghadapi efek negatif dari penyebaran virus corona. DPR AS dijadwalkan akan mengambil suara untuk mengesahkan RUU ini pada Jumat mendatang.

“Ini katalis positif sekali bagi rupiah walaupun ini baru RUU saja,” ujar Ibrahim saat dihubungi Bisnis, Kamis (26/3/2020).

Selain itu, pasar juga menanti ada stimulus tambahan dari European Central Bank atau ECB seiring dengan semakin banyaknya negara di Uni Eropa yang terpapar Covid-19 sehingga menekan pertumbuhan ekonomi Benua Biru.

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah telah menggelontorkan beberapa stimulus yang diberikan oleh pemerintah seperti bantuan langsung tunai dan insentif jeda satu tahun untuk cicilan.

Banjirnya stimulus yang digelontorkan pemerintah dalam negeri maupun negara-negara besar lainnya menjadi sentimen positif karena dapat mengangkat kembali kepercayaan diri investor untuk mengumpulkan aset berisiko seiring dengan harapan perlambatan ekonomi akibat Covid-19 dapat dibatasi.

Ibrahim memproyeksi pada sisa perdagangan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp16.290 hingga Rp16.450 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top