Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nara Hotel Batal IPO

Nara Hotel sudah tidak tercantum dalam daftar rencana (pipeline) IPO Bursa Efek Indonesia
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  13:43 WIB
Foto multiple exposure layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto multiple exposure layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -  Berakhir sudah drama rencana penawaran umum perdana PT Nara Hotel International Tbk. Rencana IPO Nara Hotel di Bursa Efek Indonesia dibatalkan. 

Pembatalan rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) Nara Hotel terungkap lewat pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. 

KSEI melansir Surat No. 024/S/DIR/NH/III/2020 tanggal 23 Maret 2020 perihal Permohonan Pembatalan Pendaftaran Efek Bersifat Ekuitas PT Nara Hotel Internasional.

Berdasarkan keterangan resmi KSEI, dengan pembatalan tersebut, Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Ekuitas PT Nara Hotel Internasional dengan KSEI telah berakhir.

Di sisi lain, Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan nama perusahaan pengelola hotel itu sudah tidak lagi berada dalam daftar pencatatan saham sejak beberapa hari lalu.

"Nara Hotel sudah tidak berada di pipeline kami lagi," ujar Nyoman di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Sementara itu, Komisaris Independen Nara Hotel internasional, Hamdi Hassyarbaini menyebutkan perseroan bakal menunda pelaksanaan initial public offering [IPO]. Penundaan dilakukan karena melihat kondisi pasar modal yang sedang bergejolak. Sebagai informasi, OJK memberikan batas waktu penawaran umum Nara Hotel sampai dengan 20 Maret 2020.

“Kondisi pasar sedang seperti ini, jadi kami memutuskan untuk menunda [IPO],” katanya.

Nara Hotel sebelumnya berencana mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada 7 Februari 2020. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan adanya perbedaan antara dokumen informasi tambahan yang disampaikan kepada OJK, dengan dokumen informasi tambahan yang diumumkan kepada publik mengenai pengungkapan porsi penjatahan saham.

Nara Hotel semula mengincar dana segar sebanyak Rp202 miliar dengan melepas 2 miliar saham atau 35 persen dari modal yang ditempatkan. Nara Hotel juga berniat untuk menerbitkan waran seri I sebanyak 2,8 miliar dengan harga pelaksanaan Rp200.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei ipo nara hotel
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top