Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Respons Kebuntuan Kongres AS, Bursa AS Melemah pada Awal Perdagangan

Bursa saham Amerika Serikat melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (23/3/2020), ketika investor menantikan perkembangan seputar paket pengeluaran dari Kongres AS yang bertujuan untuk mengatasi dampak ekonomi dari virus Corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  21:45 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (23/3/2020), ketika investor menantikan perkembangan seputar paket pengeluaran dari Kongres AS yang bertujuan untuk mengatasi dampak ekonomi dari virus Corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 anjlok 2,9 persen pada pukul 9.47 pagi waktu New York. Pada saat yang sama, indeks Stoxx Europe 600 melorot 1,8 persen dan indeks MSCI Asia Pacific turun tajam 2,9 persen.

Sementara itu, dolar AS terkoreksi setelah bank sentral Federal Reserve AS mengumumkan gelombang inisiatif kedua bernilai besar-besaran untuk mendukung perekonomian Negeri Paman Sam.

Indeks S&P 500 melemah meskipun pengumuman oleh The Fed tersebut membantu indeks futures menghapus sebagian koreksinya yang mencapai 5 persen ketika Kongres AS gagal mencapai kesepakatan tentang RUU stimulus.

Hingga saat ini, pasar masih menantikan Partai Republik untuk terus menegosiasikan kesepakatan itu setelah kubu Demokrat di dalam kongres memblokir upaya pertama yang dilancarkan pihak Republik.

“Pasar saham bereaksi terhadap kabar kebuntuan antara Demokrat dan Republik soal bagaimana menargetkan pendanaan. Kebuntuan tidak baik untuk siapa pun,” ujar Nela Richardson, ahli strategi investasi di Edward Jones.

Di sisi lain, The Fed mengatakan akan membeli obligasi dalam jumlah tak terbatas guna menjaga biaya pinjaman tetap rendah serta menyiapkan program-program untuk memastikan aliran kredit ke perusahaan-perusahaan juga pemerintah negara bagian dan lokal.

“Pengumuman hari ini akan sangat membantu meyakinkan investor bahwa The Fed mendukung mereka dan akan menghentikan krisis kredit yang terus meningkat,” tutur Chris Rupkey, kepala ekonom keuangan untuk MUFG Union Bank.

“Spread imbal hasil akan menyempit dan pasar saham akan lebih tenang karena kini The Fed memberikan semua yang dimilikinya,” tambah Rupkey.

Sebelum pengumuman oleh The Fed, pasar telah terbebani perbedaan antara kubu Demokrat dan Republik yang belum menemui kata sepakat pada sejumlah opsi, yang mencakup anggaran sebesar US$500 miliar untuk membantu perusahaan termasuk maskapai penerbangan dan pemerintah daerah.

Di sisi lain, Ekonom Morgan Stanley memperingatkan epidemi corona dapat menyebabkan PDB AS menyusut hingga 30 persen pada kuartal II/2020. Pandemi virus corona dikatakan akan menimbulkan resesi yang lebih dalam bagi ekonomi AS daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank St. Louis James Bullard mengatakan tingkat pengangguran AS kemungkinan akan mencapai 30 persen pada kuartal II/2020 akibat penutupan bisnis di tengah upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top