Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR EMITEN: Uji Kilap Emas MDKA, Emiten Batu Bara Waspada

Berita uji kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk di tengah fluktuasi harga emas, salah satunya, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (20/3/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  08:09 WIB
Karyawati memperlihatkan emas batangan 88 gram bergambar Shio Anjing Tanah milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam), di Jakarta, Kamis (18/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Karyawati memperlihatkan emas batangan 88 gram bergambar Shio Anjing Tanah milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam), di Jakarta, Kamis (18/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Berita uji kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk di tengah fluktuasi harga emas, salah satunya, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (20/3/2020).

Berikut beberapa rincian topik utamanya:

 Uji Kilap Emas MDKA. Harga emas di pasar spot berbalik turun setelah menyentuh level tertingginya. Potret harga emas tersebut lantas menjadi pertanyaan terhadap kilap emas emiten PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Bloomberg mencatat harga emas pada perdagangan Kamis (19/3) hingga pukul 19.41 WIB menyentuh US$1.471 per troy ounce. Secara tahun berjalan, harga emas telah terkoreksi 3 persen kendati sempat menyentuh titik tertingginya yakni US$1.680 per troy ounce.

Emiten Batu Bara Waspada. Sejumlah emiten batu bara terus mencermati perkembangan pasar yang terimbas sentimen wabah virus corona dengan harap-harap cemas. Perkembangan pada kuartal II/2020 menjadi penentu strategi yang akan ditempuh untuk menjaga kinerja perseroan.

Seperti diketahui, pandemi virus COVID-19 diluar China semakin mewabah. Sentimen tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko perlambatan ekonomi dunia dan perlambatan permintaan komoditas energy.

Rupiah Rasa 1998. Indeks harga saham gabungan (IHSG) dan rupiah terus tertekan karena kecenderungan investor untuk menjual aset, termasuk saham, dan berpihak pada dolar AS guna mengantisipasi makin luasnya pandemi virus corona atau COVID-19.

Di pasar spot kemarin, rupiah tersungkur ke level terendah sejak 1998. Ber dasarkan data Bloomberg, kurs rupiah ditutup pada level Rp15.913 per dolar AS, melemah tajam 690 poin atau 4,53 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah batu bara aksi emiten
Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top