Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Minyak Anjlok, Saham Emiten Batu Bara dan Migas Tiarap

Harga minyak mentah sudah berada di bawah level US$30 per barel.
Anjungan lepas pantai./Bloomberg
Anjungan lepas pantai./Bloomberg

Bisnis.com,JAKARTA - Pergerakan sejumlah saham emiten batu bara berada terpantau berada di zona merah pada perdagangan Senin, (9/3/2020). Harga saham emiten bau bara terseret penurunan harga minyak.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak April 2020 turun 31,23 persen atau US$12,89 menjadi US$28,39 per barel pada penutupan perdagangan, Senin (0/3/2020), pukul 11.01. Sementara itu, harga minyak Brent untuk kontrak Mei 2020 terkoreksi 28,67 persen atau US$12,98 ke level US$32,39,27 per barel.

Di pasar modal domestik, laju harga saham emiten produsen minyak dan gas, PT Medco Energi Internasional Tbk., langsung mengawali perdagangan, Senin (9/3/2020), dengan koreksi 40 poin ke level Rp620. Berdasarkan pantauan hingga pukul 11.15 wib, Pergerakan berlanjut menuju ke zona merah dan sempat menyentuh level Rp550.

Sementara itu, tren negatif juga dialami oleh emiten yang bergerak di sektor produksi batu bara. Saham PT Adaro Energy Tbk. misalnya, langsung terjun bebas 100 poin ke level Rp1.060 pada sesi pembukaan perdagangan, Senin (9/3/2020).

Sampai dengan sekitar pukul 11.24, emiten bersandi itu bergerak dengan kisaran support Rp1.000 dan resistance Rp1.085. Saat ini, saham perseroan masih diperdagangkan dengan price earning ratio (PER) 6,02 kali.

Setali tiga uang, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. pada sesi pembukaan, Senin (9/3/2020) juga langsung terjerembab dengan koreksi 425 poin ke level Rp10.000 pada awal perdagangan. Sampai dengan sekitar pukul 11.26 wib, koreksi masih berlanjut. Bahkan, pergerakan saham ITMG tercatat terkoreksi 4,32 persen atau 450 poin ke level Rp9.975.

Koreksi harga juga dialami oleh emiten produsen batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk. pada pembukaan perdagangan, Senin (9/3/2020). Emiten bersandi PTBA itu mengawali perdagangan dengan koreksi 80 poin ke level Rp2.370.

Pada sesi pertama perdagangan, PTBA terpantau bergerak di teritori negatif. Sampai dengan pukul 11.29, pergerakan tercatat mengalami koreksi 160 poin atau 6,53 persen ke level Rp2.290.

Sebelumnya, Senior Analyst RHB Sekuritas Michael W Setjoadi memproyeksikan penurunan harga minyak akan semakin memberatkan kinerja emiten di sektor komoditas khususnya batu bara. Pasalnya, akan terjadi pengalihan permintaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper