Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siapkan Dana Rp1 Triliun, Begini Rencana Ekspansi Astra Autoparts (AUTO)

Sebagian besar belanja modal akan digunakan untuk pengembangan model baru.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  21:07 WIB
Direktur PT Astra International Tbk. Suparno Djasmin menyampaikan sambutan pada pembukaan pameran otomotif tahunan Astra Auto Fest 2020 yang mengangkat tema Kado Terbaik dari Astra di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (19/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Direktur PT Astra International Tbk. Suparno Djasmin menyampaikan sambutan pada pembukaan pameran otomotif tahunan Astra Auto Fest 2020 yang mengangkat tema Kado Terbaik dari Astra di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (19/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten industri suku cadang otomotif PT Astra Autoparts Tbk. mengalokasikan belanja modal di kisaran Rp800 miliar s.d Rp1 triliun untuk pengembangan bisnis sepanjang tahun ini.

Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdani Zulkarnaen mengatakan alokasi belanja modal tahun ini tidak berubah dengan tahun lalu. Mayoritas dana belanja modal akan digunakan untuk mendukung pengembangan model baru.

“Belanja modal diperkirakan stagnan di level Rp800 miliar sampai Rp1 triliun, dan umumnya digunakan untuk mendukung new model di customer,” katanya kepada Bisnis, Jumat (28/2/2020).

Sementara itu, pada tahun lalu total realisasi belanja modal yang terlihat dalam arus kas dari aktivitas investasi perseroan mencapai Rp673,43 miliar. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan 2018 yang hanya mencapai Rp212,611 miliar.

Dia mengatakan,tahun ini perseroan menargetkan dapat mencatat pertumbuhan laba yang lebih tinggi pada tahun lalu. Adapun, sepanjang 2019 perseroan membukukan laba bersih Rp736,67 miliar tumbuh 21,06 persen secara tahunan.

Menurutnya lini bisnis peralatan asli atau original equipment manufacturer (OEM) akan cenderung stagnan atau turun pada tahun ini. Untuk menyiasati hal itu perseroan akan menggenjot lini bisnis aftermarket seperti bisnis domestik, ekspor, dan direct retail melalui jaringan Shop & Drive.

"Hal ini diharapkan akan memperbaiki bottom line. Tahun ini, sales bisa saja stagnan, tapi bottom line kami tetap mengejar growth yang significant,” jelasnya.

Meski optimistis, dia mengatakan bahwa perseroan tetap mengantisipasi berbagai tantangan pada 2020. Penyebaran virus corona yang menjadi persoalan global khususnya, dikhawatirkan akan memengaruhi industri otomotif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif aksi emiten
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top