Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Turun, Laba London Sumatera (LSIP) Susut 23,41 Persen

Laba London Sumatera tumbuh 383,53 persen bila dibandingkan dengan kuartal III/2019 sebesar Rp52,53 miliar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  07:21 WIB
Minyak sawit - Bisnis
Minyak sawit - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkebunan PT Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk. mencetak laba bersih sebesar Rp253,90 miliar sepanjang 2019.

Angka itu tumbuh 383,53 persen bila dibandingkan dengan kuartal III/2019 sebesar Rp52,53 miliar. Namun, jika dibandingkan dengan tahun buku 2018, entitas Grup Salim itu mengalami koreksi sebesar 23,41 persen.

Pasalnya pada tahun sebelumnya, emiten berkode saham LSIP itu membukukan laba bersih sebesar Rp331,53 miliar. Dengan demikian, laba per saham pun menyusut dari posisi Rp49 menjadi Rp37.

Penurunan laba utamanya disebabkan oleh penurunan pendapatan sebesar 7,96 persen. LSIP membukukan penjualan sebesar Rp3,69 triliun pada 2019 sedangkan tahun sebelumnya Rp4,01 triliun.

Beban umum dan administrasi serta beban operasi ikut menjadi pemberat dengan torehan masing-masing Rp301,28 miliar dan Rp32,45 miliar. Sementara itu, total aset perseroan tercatat sebesar Rp10,22 triliun. Pos aset tidak lancar menyumbang Rp8,03 triliun dan aset lancar senilai Rp2,19 triliun.

Sepanjang 2018,  liabilitas LSIP menyentuh Rp1,72 triliun. Sementara itu, liabilitas jangka pendek mencapai Rp466,80 miliar dan liabilitas jangka panjang senilai Rp1,26 triliun. Pos kas dan setara kas akhir tahun tercatat sebesar Rp1,71 triliun turun sekitar Rp300 miliar dari posisi awal tahun Rp2,07 triliun.

Harga saham LSIP ditutup melemah 1,47 persen atau 15 poin ke level Rp1.005 pada perdagangan Kamis (27/2). Saham emiten kebun itu diperdagangkan sebanyak 1.674 kali dengan nilai mencapai Rp9,34 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak sawit
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top