Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 21 Februari 2020

Pergerakan IHSG pada Kamis (20/2/2020) berakhir menguat 0,23 persen atau 13,70 poin di level 5.942,49, atau reli beruntun selama 4 hari.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  16:14 WIB
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berlanjut pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, setelah rilis keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Pergerakan IHSG pada Kamis (20/2/2020) berakhir menguat 0,23 persen atau 13,70 poin di level 5.942,49.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing naik 1,79 persen dan 2,34 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Januari 2020 memutuskan untuk memangkas BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi sebesar 4,75 persen. Sementara itu, suku bunga deposit ditetapkan 4,00 persen, dan suku bunga pinjaman sebesar 5,50 persen.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher menilai saat ini investor masih mencerna keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia, sehingga tidak ada respons yang signifikan terhadap pasar.

Menurutnya, faktor utama menguatnya pasar lebih dipengaruhi oleh sentimen dari China seiring dengan aktivitas bisnis di China yang mulai berjalan normal. Hal ini menunjukkan dampak dari virus corona tidak terlalu mengkhawatirkan.

Meski demikian, dia mengamini dalam waktu dekat adanya penurunan suku bunga acuan ini dapat membantu IHSG terus menguat. Pasalnya, kondisi ini akan memancing investor untuk memilih instrument investasi yang lebih berisiko atau masuk ke dalam bisnis.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyampaikan IHSG telah berkonsolidasi diperkuat oleh sinyal positif dari indikator Stochastic dan RSI yang bergerak bullish menuju area jenuh beli. Pergerakan harga saham selanjutnya berpotensi untuk menguji resistance moving average dan level psikologis 6000 dengan kisaran 5.900-6030.

Berikut ulasan sejumlah saham pilihan Reliance Sekuritas pada hari ini.

ADRO*: 1300-1425 SL:1290 TP:1425*
AKRA*: 3020-3220 SL:2990 TP:3220*
BBRI*: 4460-4650 SL:4420 TP:4650*
INCO*: 3040-3300 SL:3030 TP:3300*
MEDC*: 675-800 SL:665 TP:800*
PGAS*: 1500-1700 SL:1495 TP:1700*
RALS*: 990-1070 SL:985 TP:1070*
TLKM*: 3600-3740 SL:3590 TP:3740*
UNVR*: 7500-7850 SL:7475 TP:7850

Sementara itu, tim riset MNC Sekuritas menyampaikan selama IHSG tidak terkoreksi di bawah 5,842, maka dierkirakan IHSG dalam jangka pendek akan terkoreksi pada area 5,860-5,905 (skenario merah). Namun, bila 5,842 maka IHSG akan menuju area 5,720-5,800 (skenario biru).

Sejumlah saham pilihan MNC Sekuritas pada hari ini sebagai berikut.

*MEDC - Buy on Weakness* (715)Kemarin (20/2), MEDC ditutup menguat 1,4% diikuti volume pembelian yang cukup besar. Kami memperkirakan MEDC masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya karena posisi MEDC saat ini berada di awal wave [iii].Buy on Weakness: 695-710Target Price: 785, 825Stoploss: below 680

*TINS - Buy on Weakness* (700)Pergerakan TINS tertahan oleh MA20, sehingga kami perkirakan TINS akan terkoreksi terlebih dahulu dalam jangka pendek. Selama koreksi TINS tidak kembali ke bawah 655, maka kami perkirakan TINS saat ini sedang berada pada awal dari wave (B).Buy on Weakness: 680-700Target Price: 800, 880Stoploss: below 650

*EXCL - Buy on Weakness* (2,680)Pada perdagangan kemarin (20/2), EXCL terkoreksi 2,9% ke level 2,680. Kami perkirakan koreksi tersebut merupakan bagian dari wave [b] dari wave (B), dimana EXCL masih rentan untuk terkoreksi kembali namun relatif terbatas. Selanjutnya, bila sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave [b], EXCL berpeluang menguat kembali untuk membentuk wave [c] dari (B).Buy on Weakness: 2,600-2,650Target Price: 2,800, 2,970Stoploss: below 2,540

*JPFA - Sell on Strength* (1,590)Kami perkirakan pergerakan JPFA saat ini sudah berada di akhir wave (c) dari wave [b], dimana penguatan JPFA sudah cenderung terbatas dan rentan untuk terkoreksi. Adapun level koreksi JPFA berada pada area 1,450 dan 1,400.Sell on Strength: 1,600-1,635

16:03 WIB

Pukul 16.00 WIB: IHSG Ditutup Melorot 1,01 Persen

Pergerakan IHSG berakhir melorot 1,01 persen atau 60,23 poin di level 5.882,25 pada perdagangan hari ini. 

15:37 WIB

Pukul 15.32 WIB: Jelang Tutup Dagang, IHSG Melorot 1,09 Persen

Pergerakan IHSG melorot 1,09 persen atau 64,85 poin ke level 5.877,63 menjelang penutupan perdagangan hari ini.

14:07 WIB

Pukul 14.01 WIB: IHSG Melemah 0,64 Persen pada Awal Sesi II

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau melemah 0,64 persen atau 38,25 poin ke level 5.904,24 pada awal sesi II perdagangan hari ini.

Sepanjang hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.899,40-5.944,20.

11:36 WIB

Pukul 11.30 WIB: IHSG Melemah 0,59 Persen pada Akhir Sesi I

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau melemah 0,59 persen atau 35,22 poin ke level 5.907,27 pada akhir sesi I perdagangan hari ini.

Sepanjang hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.900,31-5.944,20.

10:23 WIB

Pukul 10.15 WIB: IHSG Melemah 0,37 Persen

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau melemah 0,37 persen atau 21,97 poin ke level 5.920,53.

Sepanjang hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.910,38-5.944,20.

09:06 WIB

Pukul 08.55 WIB: IHSG Dibuka Melemah 0,03 Persen

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,05 persen atau 2,88 poin ke level 5.939,61.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top