Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AKR Corporindo (AKRA) Yakin Penjualan Lahan Industri Bakal Laris

Permintaan lahan industri disebut akan meningkat sejalan dengan upaya peningkatan invesatasi.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  19:55 WIB
Director Finance PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) Dewi Djunaidi (kiri) berbincang dengan Director finance PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Rally Eko Kurniawan (kanan) di pelabuhan yang berada di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Selasa (8/5/2018). - ANTARA/Umarul Faruq
Director Finance PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) Dewi Djunaidi (kiri) berbincang dengan Director finance PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Rally Eko Kurniawan (kanan) di pelabuhan yang berada di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Selasa (8/5/2018). - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - PT AKR Corporindo Tbk. menargetkan penjualan lahan industri seluas 30 hektare pada 2020. Target penjualan lahan bisa bertambah seiring dengan kenaikan permintaan dari calon tenant.

Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu mengatakan saat ini perseroan sedang bernegosiasi dengan sejumlah calon tenant yang berminat membeli lahan di kawasan industri Java Integrated Industrial Port Estaste (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Tahun lalu, AKR mendatangkan dua penghuni baru di JIIPE, yaitu PT Waskita Beton Precast Tbk., dan PT Pangan Sari Utama Food Distribution.

Tahun lalu, PT Freeport Indonesia juga telah menyewa lahan seluas 103 hektare di JIIPE untuk pembangunan smelter. Pendapatan sewa lahan bisa diakui pada kuartal IV/2019.

“Setelah mendapatkan dua tenant baru pada tahun lalu, pada 2019 kami akan genjot untuk penjualan lahan industrinya. Kami yakin dengan lokasi dan fasilitas yang cukup baik dari JIIPE, kawasan ini akan menarik investor lokal maupun internasional,” jelas Suresh saat dihubungi Bisnis, Rabu (19/2/2020).

Suresh menuturkan, tahun ini target penjualan lahan di JIIPe mencapai 30 hektare. Target tersebut bisa saja bertambah sesuai dengan permintaan calon pembeli.

Penjualan lahan, lanjut Suresh bisa menggeliat seiring upaya pemerintah menggenjot aliran modal asing. Dia menyebut, pertumbuhan investasi secara langsung akan mengerek permintaan lahan di kawasan industri. Oleh karena itu, dia yakin kontribusi lini usaha ini bakal bertumbuh sepanjang 2020.

Untuk diketahui, lini pengembangan usaha dijalankan oleh anak usaha AKR Corporindo, yaitu PT Berlian Manyar Sejahtera. Emiten bersandi saham AKRA itu mengempit 60 persen saham BMS sedangkan sisanya dimiliki PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Secara umum, JIIPE dirancang untuk menjadi salah satu kawasan industri, perumahan, dan pelabuhan laut dalam yang terpadu dengan luas pengembangan 2.933 hektare. Dalam catatan Bisnis, hingga 2018, pengembangan JIIPE telah menelan investasi sebesar Rp5 triliun. Investasi mencakup pembelian lahan, pembangunan pelabuhan, power plant, pengelolaan air asin menjadi air tawar, dan pengolahan limbah cair.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten aksi emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top