Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Virus Corona, IHSG Anjlok Lebih dari 2 Persen Sepanjang 10-14 Februari 2020

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terguling ke zona merah dan anjlok lebih dari 2 persen sepanjang perdagangan 10-14 Februari 2020.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  06:52 WIB
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terguling ke zona merah dan anjlok lebih dari 2 persen sepanjang perdagangan 10-14 Februari 2020.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Bisnis.com, Senin (17/2/2020), IHSG menyentuh level 5.866,94 dengan penurunan tajam 2,21 persen pada penutupan perdagangan Jumat (14/2/2020) dari level penutupan perdagangan pekan sebelumnya.

Dibandingkan dengan sepanjang perdagangan pekan yang berakhir pada Jumat (7/2/2020), IHSG mampu menyentuh level 5.999,61 dengan kenaikan 1 persen (lihat tabel).

Wabah virus corona (Covid-19) di China yang terus memakan korban jiwa dan mengancam pertumbuhan ekonomi dunia telah menekan prospek aset-aset berisiko sekaligus memukul pasar saham global, termasuk IHSG.

Pelemahan tersebut turut berkontribusi pada pelemahan IHSG yang turut 6,87 persen dalam periode tahun berjalan (year to date).

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji, wabah virus corona atau Covid-19 telah menimbulkan dampak turunan yang luas hingga mengendurkan laju perekonomian China.

Sebagai kekuatan ekonomi nomor dua di dunia, perlambatan di China telah memunculkan kekhawatiran yang luas di kalangan investor.

“Hal tersebut menimbulkan dampak psikologis baik ke pelaku pasar maupun investor terhadap pasar modal sehingga nilai IHSG juga ikut merosot,” ujarnya kepada Bisnis.com, Jumat (14/2/2020).

Menambah sentimen negatif, dari dalam negeri, kondisi industri keuangan justru tidak kondusif dalam sepekan terakhir. Kasus Jiwasraya, gagal bayar reksa dana, dan manipulasi saham pun membuat kepercayaan investor terhadap pasar modal anjlok.

Volume perdagangan saham sepanjang 10-14 Februari 2020 mencapai 25,85 miliar lembar saham, dengan nilai Rp31,11 triliun.

Adapun nilai kapitalisasi pasar mencatatkan penurunan sekitar 2,2 persen menjadi Rp6.781,86 triliun dari Rp6.933,71 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Seluruh 10 sektor pada indeks sektoral membukukan kinerja negatif sepanjang pekan lalu, dipimpin pertanian (-5,52 persen), aneka industri (-4,33 persen), dan barang konsumen (-4,02 persen).

Terlepas dari pelemahan tajam yang dicatatkan IHSG, investor asing mampu membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai sekitar Rp723 miliar sepanjang pekan 10-14 Januari.

Aksi beli saham tercatat hingga 3,75 miliar lembar senilai Rp12,71 triliun, sedangkan aksi jual investor asing mencapai 4,07 miliar lembar saham dengan nilai Rp11,99 triliun.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 menyentuh level 530,97 dengan anjlok 2,17 persen pada penutupan perdagangan 14 Februari dari posisi 542,73 dengan penurunan 1,63 persen pada penutupan perdagangan 7 Februari.

Kinerja IHSG secara mingguan

Periode

Level

Perubahan (persen)

10-14 Februari

5.866,94

-2,21

3-7 Februari

5.999,61

+1

27-31 Januari

5.940,05

-4,87

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG virus corona
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top