Potensi Pemangkasan Produksi OPEC+, Harga Minyak Naik Tajam

Harga minyak bangkit dari pelemahannya dan naik tajam pada akhir perdagangan Rabu (5/2/2020), didorong potensi pemangkasan produksi minyak oleh koalisi OPEC+.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  05:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak bangkit dari pelemahannya dan naik tajam pada akhir perdagangan Rabu (5/2/2020), didorong potensi pemangkasan produksi minyak oleh koalisi OPEC+.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Maret 2020 berakhir melonjak 2,3 persen atau US$1,14 sen di level US$50,75 per barel di New York Mercantile Exchange, kenaikan terbesar dalam satu bulan.

Sejalan dengan WTI, harga minyak Brent untuk kontrak April 2020 ditutup naik tajam US$1,32 di level US$55,28 per barel di ICE Futures Europe Exchange, setelah tertekan lima hari perdagangan beruntun sebelumnya.

Harga minyak bahkan sempat melonjak lebih dari 4 persen sebelum kemudian mengurangi sebagian kenaikannya karena pertemuan para pejabat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan aliansinya (OPEC+) di Wina gagal mencapai konsensus tentang cara mengatasi dampak virus corona (coronavirus).

Dalam beberapa hari terakhir, para pakar teknis OPEC+ berkumpul untuk mempertimbangkan dampak krisis tersebut.

Arab Saudi mendorong produksi minyak yang lebih dalam, sementara Rusia lebih memilih memperpanjang kesepakatan saat ini. Kartel minyak ini memperpanjang pembicaraan hingga hari ketiga.

"Ada banyak optimisme di pasar dari OPEC yang menunjukkan bahwa mereka bersedia bertindak,” ujar John Zanner, ahli strategi senior di Uplift Energy Strategy.

“OPEC juga harus menyeimbangkan gangguan pasokan mulai dari Venezuela hingga Libya dan membuat Rusia ikut serta, tetapi optimisme saat ini memiliki beberapa landasan,” tambahnya, dilansir Bloomberg.

Rebound harga minyak mentah ini merupakan kondisi yang berbalik bagi pedagang yang khawatir bahwa malapetaka ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah virus corona di China akan menyebabkan kelesuan permintaan bahan bakar.

Meski rebound, kontrak minyak jangka pendek diperdagangkan kurang dari beberapa bulan mendatang. Ini menunjukkan kondisi pasar yang menandakan kelebihan pasokan.

Di Amerika Serikar, Energy Information Administration (EIA) melaporkan peningkatan yang lebih besar dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS. Laporan itu juga menunjukkan penurunan bensin pertama dalam 12 pekan.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Maret 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

5/2/2020

50,75

+1,14 poin

4/2/2020

49,61

-0,50 poin

3/2/2020

50,11

-1,45 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak April 2020

Lorem Ipsum Sit Dolor Amet

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

5/2/2020

55,28

+1,32 poin

4/2/2020

53,96

-0,49 poin

3/2/2020

54,45

-2,17 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, opec

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top