Investor Masih Buru Emas sebagai Aset Aman

Pamor emas oleh investor masih tinggi mengingat logam mulia tersebut dinilai sebagai aset safe haven oleh para investor kini di tengah banyak ketidakpastian.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  06:14 WIB
Investor Masih Buru Emas sebagai Aset Aman
Karyawan memperlihatkan logam mulia di Jakarta. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Lesunya pasar ekuitas membuat para investor berbondong-bondong untuk melindungi nilai ke aset investasi yang lebih aman, salah satunya emas.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa pamor emas oleh investor masih tinggi mengingat logam mulia tersebut dinilai sebagai aset safe haven oleh para investor kini di tengah banyak ketidakpastian.

Pasar masih khawatir penyebaran virus corona di China yang kini juga telah menyebar ke beberapa negara lainnya belum juga menunjukkan akan segera mereda sehingga potensi sentimen tersebut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masih cukup besar. Apalagi, belum adanya vaksin terhadap virus tersebut.

Akibatnya, ketidakpastian tersebut pun terus menekan minat investor terhadap aset berisiko termasuk pasar saham

“Kekhawatiran yang besar pasti akan mendorong kenaikan harga emas. Selama virus corona berlangsung ini bisa mendorong kenaikan harga emas dan berita-berita juga masih menunjukkan kekhawatiran jadi belum terlihat adanya pembalikan dalam waktu dekat,” ujar Ariston kepada Bisnis.com, Senin (3/2/2020).

Dia mengatakan bahwa emas masih akan menguji level resisten kuat di US$1.600 per troy ounce dalam beberapa perdagangan ke depan.

Adapun, pada perdagangan Senin (3/2/2020) hingga pukul 18.44 WIB, harga emas di pasar spot bergerak melemah 0,68 persen menjadi US$1.578 per troy ounce, sedangkan harga emas berjangka kontrak Maret 2020 di bursa Comex bergerak melemah 0,29 persen menjadi US$1.583 per troy ounce.

Pelemahan tersebut disebabkan oleh Bank Sentral China yang menginjeksikan dana segar ke pasar agar lebih likuid dan menurunkan suku bunga acuan.

Kendati demikian, imbal hasil obligasi AS untuk tenor 10 tahun yang terus menurut diyakini masih akan menopang kenaikan harga emas dalam jangka pendek

Sementara itu, hHarga emas fisik juga terlihat cukup mengilap sepanjang 2020. Pada Kamis (2/1/2020), harga emas Antam berada di level Rp762.000 per gram, dengan harga jual kembali (buyback) Rp678.000 per gram.

Adapun, pada perdagangan Senin (3/2/2020), harga emas Antam dibanderol Rp779.000 per gram dengan harga buyback Rp696.000 per gram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, Harga Emas Hari Ini

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top