Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Meningkat, Wika Beton Pacu Kapasitas Produksi

Tahun ini diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun lalu seiring permintaan kebutuhan beton pracetak dan turunannya yang diprediksi tumbuh sekitar 15 - 20 persen.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 01 Februari 2020  |  22:34 WIB
Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk Hadian Pramudita (ketiga kiri) bersama jajaran direksi dan komisaris memotong kue berbentuk beton saat perayaan HUT ke-22 perseroan, di Jakarta, Selasa (19/3/2019). - BisnisEndang Muchtar
Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk Hadian Pramudita (ketiga kiri) bersama jajaran direksi dan komisaris memotong kue berbentuk beton saat perayaan HUT ke-22 perseroan, di Jakarta, Selasa (19/3/2019). - BisnisEndang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya Beton Tbk. (Wika Beton) meningkatkan kapasitas produksi seiring dengan peluang pasar beton pracetak yang diprediksi terus meningkat tahun ini dengan adanya pekerjaan infrastruktur potensial. 

Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) Hadian Pramudita mengatakan pihaknya memperkirakan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 7 persen. 

Hal tersebut, ujarnya, seiring permintaan kebutuhan beton pracetak dan turunannya pada tahun ini yang diprediksi tumbuh sekitar 15 - 20 persen. Pihaknya juga meyakini sejumlah pekerjaan infrastruktur masih tetap menjanjikan pada 2020 ini. 

"Seiring dengan prediksi pertumbuhan tersebut, Wika Beton akan menaikkan kapasitas yang saat ini 3,7 juta ton per tahun, menjadi sekitar 4,0 juta ton per tahun. Itu hanya untuk precast," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (1/2/2020). 

Adapun untuk ready-mix,salah satu anak perusahaan BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.  ini akan meningkatkan kapasitasnya sesuai permintaan pasar. Untuk saat ini, kapasitas produksi ready-mix di Wika Beton masih berada di kisaran 2,4 juta ton per tahun. 

Lebih lanjut, Hadian menjelaskan secara lini bisnis, proyek yang digarap perusahaan masih didominasi pekerjaan infrastruktur, yang saat ini sedang dan segera akan dikerjakan diantaranya, BIUTR, Semarang-Demak, Padang-Pekanbaru, Dermaga Kijing.

Untuk meraih peluang pasar, pihaknya mempersiapkan serangkaian aksi korporasi yang strategis, seperti menambah kapasitas produksi dekat dengan lokasi proyek, peningkatan kompetensi human capital yang semakin beragam, serta aktivitas investasi lainnya yang mendukung aksi korporasi perusahaan.

Besarnya potensi pasar beton pracetak juga memunculkan persaingan. Menurutnya, meskipun pemasok precast terus bertambah baik dari segi jumlah pelaku usaha ataupun peningkatan kapasitas, namun pangsa pasar (size market) masih terus tumbuh. 

"Dengan kekuatan yang dimiliki oleh Wika Beton saat ini masih memberikan peluang untuk dapat merebut pasar melalui keunggulan komparatif, memiliki pabrik yang tersebar di wilayah Indonesia. Serta keunggulan komparatif lainnya yang saat ini tidak dimiliki pesaing," katanya. 

Di sisi lain, imbuhnya, menghasilkan produk yang terbaik dengan harga yang semakin kompetitif menjadi tuntutan pasar sekaligus tantangan bagi pelaku industri ini. 

"Melalui pengalaman 40 tahun Wika Beton telah memberikan serangkaian pelajaran, sehingga pada akhirnya tantangan yang senantiasa harus dihadapi yaitu menjaga momentum pertumbuhan usaha," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wika beton Beton Pracetak
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top