Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Virus Corona Masih Membayangi, IHSG Ditutup Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup merosot 0,36 persen atau 22,02 poin ke level 6.111,18 dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  16:15 WIB
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (28/1/2020)

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup merosot 0,36 persen atau 22,02 poin ke level 6.111,18 dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (27/1/2020), IHSG menutup pergerakannya di level 6.133,21 dengan anjlok 1,78 persen atau 110,9 poin, penurunan hari kedua berturut-turut sejak 24 Januari.

Pelemahan indeks mulai berlanjut pada Selasa (28/1) dengan dibuka terkoreksi 0,37 persen atau 22,99 poin di posisi 6.110,22. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 6.065,12-6.112,83.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona merah pada akhir perdagangan, dipimpin oleh sektor industri dasar yang merosot 1,67 persen, disusul sektor finansial yang melemah 0,62 persen. Empat sektor lainnya menguat, dipimpin sektor aneka industri yang naik 0,83 persen.

Dari total 675 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 175 saham menguat, 232 saham melemah, dan 268 saham stagnan.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG hari ini dengan pelemahan masing-masing 5,7 persen dan 0,73 persen.

Menurut Suria Dharma, Analis Samuel Sekuritas, pelemahan IHSG dipengaruhi bertahannya kekhawatiran pasar seputar wabah virus corona (coronavirus) baru di China.

“Jika kasus virus corona berkepanjangan, ekonomi China akan terdampak dan permintaan komoditas akan menurun,” terang Suria Dharma, seperti dikutip Bloomberg.

Indonesia pun akan terpengaruh mengingat China merupakan salah satu mitra perdagangan terbesarnya.

Pada perdagangan Asia, aktivitas perdagangan saham beberapa negara di kawasan ini masih ditutup karena libur Tahun Baru Imlek. Namun, indeks saham negara lain yang telah dibuka memperlihatkan tekanan serupa dengan IHSG.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah masing-masing 0,55 persen dan 0,6 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia berakhir turun 1,36 persen dan indeks Kospi Korea Selatan tergelincir 3,09 persen.

Berdasarkan laporan terkini, wabah virus corona yang dimulai di Kota Wuhan di China tengah, Provinsi Hubei, telah menewaskan 106 orang di China dan menginfeksi lebih dari 4.520 secara global, kebanyakan dari mereka berada di China.

"Kekhawatirannya bukan dari tingkat kematian, tetapi seberapa menular virus Wuhan (corona) tersebut," tulis ekonom Citi dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.

"Dampak ekonomi akan tergantung pada seberapa sukses wabah ini dapat dibendung," lanjutnya.

Saham-saham penekan IHSG

KodePenurunan (persen)
BRPT-5,70
BBCA-0,73
BBRI-0,65
CPIN-2,85

Saham-saham penopang IHSG

KodeKenaikan (persen)
ASII+1,49
INPP+19,77
MIKA+3,63
HMSP+0,48

Sumber: Bloomberg


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top