Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPO Pura Trans Kelebihan Permintaan 59 Kali

PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (Pura Trans) melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 22-23 Januari 2020.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  16:50 WIB
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (Pura Trans) melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 22-23 Januari 2020.

Dalam aksi itu, saham perseroan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 5.918,42% atau 59,18 kali. Ini menunjukkan minat investor terhadap saham Pura Trans tinggi.

Pura Trans melepas 1,8 miliar saham atau setara 33,95% melalui IPO. Perusahaan jasa pengurusan transportasi (JPT) darat berbasis truk ini menetapkan harga pelaksanaan IPO Rp105, sehingga total dana yang diraih Rp189 miliar.

Emiten berkode sahan PURA ini juga akan menerbitkan 1,2 miliar waran seri I atau 34,27% dari saham saat pendaftaran IPO.

Rasionya, setiap tiga pemegang saham baru mendapatkan dua waran. Waktu pelaksanaan waran mencapai tiga tahun, dengan harga pelaksanaan Rp106. Total hasil pelaksanaan waran seri I maksimal Rp127,2 miliar.

“Jumlah waran yang ditawarkan dengan rasio 3:2 sebagai pemanis juga mampu meningkatkan minat untuk membeli saham PURA,” ujar Daud Gunawan, Head of Investment Banking PT UOB Kay Hian Sekuritas, penjamin pelaksana emisi IPO saham Pura Trans di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Menurut dia, Pura Trans memiliki manajemen yang berpengalaman dan bertata kelola baik. “Potensi dan kebutuhan intra-logistik di Indonesia sangatlah tinggi, sehingga langkah strategis perseroan untuk mendapatkan pendanaan dari bursa tepat. Perseroan juga optimistis akan terus bertumbuh untuk menjadi terdepan dalam industri logistik B2B (business to business),” kata dia.

Ariel Wibisono, Direktur Utama Pura Trans, berharap pascamasuk Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja perseroan lebih baik. Perseroan akan mencatatkan saham (listing) di BEI, Rabu (29/1/2020).

“Masuk BEI adalah bagian strategis perseroan dalam meningkatkan kapasitas armada dan tata kelola yang lebih baik,”  kata Ariel.

Dia menambahkan, pihaknya mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Januari 2020. Lalu, selama masa penawaran umum 22–23 Januari 2020, saham PURA mendapatkan respons tinggi dari investor.

Industri jasa angkutan darat akan tetap berkembang walaupun ekonomi domestik sedang melambat. Ini didukung oleh pemerintah yang terus mengembangkan pembangunan infrastrukur darat.

Adapun kebijakan pemerintah baru yang melarang angkutan barang over dimension and over load (ODOL) akan memerlukan truk lebih banyak lagi.

Industri jasa angkutan darat akan selalu dibutuhkan dalam menunjang kegiatan usaha untuk mendistribusikan berbagai macam barang industri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo
Editor : Herdiyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top