Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka di Zona Hijau pada Awal 2020, Jokowi Minta Praktik Curang Dibersihkan

Pada pembukaan perdagangan 2020, Kamis (2/1/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 6.304.
Karyawan berdiri di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2019)./ANTARA FOTO-Reno Esnir
Karyawan berdiri di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2019)./ANTARA FOTO-Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau, tepatnya di level 6.304, pada awal sesi perdagangan pertama pada 2020 pada Kamis (2/1/2020).

Adapun pembukaan perdagangan pertama tahun ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Posisi pembukaan IHSG lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan terakhir, Senin (30/12/2019). Saat itu, IHSG ditutup melemah 0,77 persen ke level 6.299. Secara tahun berjalan, IHSG tumbuh tipis 1,7 persen pada 2019.

Posisi IHSG pada pembukaan perdagangan 2020 juga lebih tinggi dibandingkan pada perdagangan perdana pada tahun lalu, yang berada di level 6.204.
 
Dalam sambutannya, Jokowi menyinggung upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjaga kepercayaan dan meningkatkan transparansi. Dia pun menekankan agar otoritas melakukan pembersihan terhadap praktik curang di pasar saham yang merugikan investor. 
 
"Kepercayaan berbagai pihak harus kita jaga. Segera bersihkan bursa dari praktik-praktik jual beli saham yang tidak benar," tegas Jokowi dalam sambutannya, Kamis (2/1). 

Dia menjelaskan praktik curang yang dimaksudnya adalah aksi goreng saham, yang dinilai sebagai manipulasi oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi tapi berimbas pada turunnya kepercayaan investor terhadap pasar modal. 
 
"[Harga saham] Rp100 digoreng jadi Rp1.000, digoreng-goreng jadi Rp4.000. Ini menyangkut kepercayaan. Goreng-goreng tidak boleh ada lagi. Berikan perlindungan kepada investor," ucap Jokowi. 

Tahun 2020 pun diharapkan dapat menjadi momentum bagi BEI dan OJK untuk membersihkan pasar dari aksi yang menodai kepercayaan investor. Dia menjelaskan Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi dengan imbal hasil menarik di kalangan negara berkembang. 
 
"Bersihkan dan hentikan ini. Saat ini, negara kita sedang jadi perhatian. Banyak yang tertarik [jadi investor]," imbuh Jokowi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper