Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kurs Tengah BI Melemah 10 Poin, Mayoritas Mata Uang Asia Turun Tipis

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (19/12/2019) di level Rp13.993 per dolar AS, melemah 10 poin atau 0,07 persen dari posisi Rp13.983 pada Kamis (19/12/2019).
Nasabah menghitung uang di sebuah Money Changer, di Jakarta, Rabu (12/6/2019)./Bisnis-Himawan L. Nugraha
Nasabah menghitung uang di sebuah Money Changer, di Jakarta, Rabu (12/6/2019)./Bisnis-Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (19/12/2019) di level Rp13.993 per dolar AS, melemah 10 poin atau 0,07 persen dari posisi Rp13.983 pada Kamis (19/12/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.062 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.923 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp139.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak ke level Rp13.996 per dolar AS dengan pelemahan 11 poin atau 0,08 persen pada pukul 10.59 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (19/12/2019), rupiah mampu berakhir di level Rp13.985 per dolar AS dengan penguatan 3 poin atau 0,02 persen.

Sebelum berbalik melemah, nilai tukar rupiah sempat memperpanjang penguatannya dengan dibuka terapresiasi tipis 1 poin atau 0,01 persen di posisi 13.984 pada Jumat (20/12). Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level 13.983–13.996.

Seiring dengan pergerakan rupiah pada Jumat pagi, mata uang lainnya di Asia mayoritas ikut terdepresiasi, dipimpin peso Filipina yang melemah 0,19 persen. Namun, won Korea Selatan mampu menguat 0,22 persen terhadap dolar AS pada pukul 11.04 WIB.

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Won Korea Selatan          

1.163,10

+0,22

Yen Jepang

109,33

+0,04

Yuan Onshore China

7,0083

+0,03

Peso Filipina

50,735

-0,19

Rupiah

13.996

-0,08

Dolar Hong Kong

7,7998

-0,08

Rupee India

71,0825

-0,06

Ringgit Malaysia

4,1432

-0,05

Yuan Offshore China

7,0020

-0,04

Baht Thailand

30,216

-0,04

Dolar Singapura

1,3555

-0,02

Dolar Taiwan

30,179

0

Dilansir dari Bloomberg, won Korea Selatan menguat sementara sebagian besar mata uang emerging market lainnya di Asia bergerak fluktuatif seiring dengan sepinya perdagangan menjelang libur panjang akhir tahun.

Pada saat yang sama, investor menantikan perincian lebih lanjut soal kesepakatan perdagangan fase satu antara Amerika Serikat dan China.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik tipis 0,05 persen atau 0,050 poin ke level 97,429 pada pukul 10.54 WIB.

Para pelaku pasar kini tengah menantikan laporan estimasi final PDB AS untuk kuartal III/2019 yang akan dirilis pada Jumat (20/12/2019) waktu setempat oleh Departemen Perdagangan AS.

“Pasar cenderung sepi untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi besok [Jumat] terkait produk domestik bruto,” terang Juan Perez, pedagang valuta asing senior dan ahli strategi di Tempus Inc., dikutip dari Reuters.

Dolar AS juga tidak banyak tergerak oleh pernyataan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Kamis (19/12) bahwa Amerika Serikat dan China akan menandatangani pakta perdagangan Fase Satu pada awal Januari 2020.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

20 Desember

13.993

19 Desember

13.983

18 Desember

14.007

17 Desember

14.018

16 Desember

14.004

Sumber: Bank Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Sutarno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper