Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasokan Bensin Melonjak, Harga Minyak Mentah Turun

Harga minyak ditutup turun pada perdagangan Rabu (11/12/2019), di tengah meningkatnya jumlah persediaan bahan bakar dan minyak mentah di Amerika Serikat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  07:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak ditutup turun pada perdagangan Rabu (11/12/2019), di tengah meningkatnya jumlah persediaan bahan bakar dan minyak mentah di Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari 2020 berakhir turun 48 sen di level US$58,76 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah mampu berakhir di US$59,24, level penutupan tertinggi sejak 17 September, pada Selasa (10/12).

Adapun harga minyak Brent untuk kontrak Februari 2020 melemah 62 sen dan ditutup di level US$63,72 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium sebesar US$5,07 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Pada Rabu (11/12), Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa pasokan bensin AS mencatat lonjakan tertinggi sejak Januari, sebesar 822.000 barel, pada pekan lalu ketika permintaan mencapai level terendah tiga tahun.

“Peningkatan pada produk tampak sangat cepat dan ini adalah peningkatan yang cukup besar,” ujar Bill O'Grady, kepala strategi pasar di Confluence Investment Management LLC, St. Louis.

“Ini musim liburan, jadi banyak yang mengendarai mobil. Oleh karenanya, peningkatan ini menunjukkan ekonomi tidak sekuat kelihatannya,” tambah O'Grady.

Peningkatan pasokan bensin itu melampaui estimasi American Petroleum Institute (API) dalam laporan sebelumnya. Kenaikan pasokan mingguan kelima ini telah mendorong persediaan bahan bakar secara musiman menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

EIA juga melaporkan peningkatan sebesar 5,4 juta barel dalam pasokan minyak mentah di Gulf Coast, sebuah sinyal bahwa para penyuling mengonsumsi lebih sedikit minyak dari biasanya.

Harga minyak mentah telah bergerak di kisaran level tertinggi sejak pertengahan September setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan aliansinya mengejutkan pasar pada Jumat (6/12) dengan mengumumkan pengurangan produksi yang lebih dalam dari perkiraan untuk tahun depan.

Sebuah laporan dari kartel minyak tersebut pada Rabu (11/12) menunjukkan bahwa mereka harus menerapkan pembatasan yang disepakati secara penuh guna menyeimbangkan pasar pada awal 2020.

"Setelah kenaikan besar dari berita yang positif tentang OPEC pekan lalu, saya tidak cukup terkejut melihat harga yang lebih rendah akibat data EIA," ungkap Rebecca Babin, pedagang ekuitas senior di CIBC Private Wealth Management.

“Pasar sedang berkonsolidasi setelah reli yang didorong oleh sentimen OPEC,” tambahnya.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Januari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

11/12/2019

58,76

-0,48 poin

10/12/2019

59,24

+0,22 poin

9/12/2019

59,02

-0,18 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Februari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

11/12/2019

63,72

-0,62 poin

10/12/2019

64,34

+0,9 poin

9/12/2019

64,25

-0,14 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top