Tips Aman Berinvestasi di Bursa Berjangka

Sebelum masuk dalam investasi bursa berjangka, seseorang harus benar-benar mengetahui karakteristik perusahaan yang akan dipilih.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  20:48 WIB
Tips Aman Berinvestasi di Bursa Berjangka
Ilustrasi-Karyawan mengamati Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), di galeri Bursa Bejangka Komoditi , Jakarta, Senin (15/5). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Selain di pasar uang dan pasar modal, investasi bursa berjangka di pasar komoditas bisa menjadi salah satu jenis investasi menarik.

Investor bisa mendapatkan profit, baik pada saat posisi buy-sell maupun sell-buy. Namun, seperti halnya prinsip high risk – high return dalam investasi,  bursa berjangka yang memiliki imbal hasil tinggi ini juga memiliki risiko tinggi.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang mengatakan sebelum masuk dalam investasi bursa berjangka, seseorang harus benar-benar mengetahui karakteristik perusahaan yang akan dipilih.

“Hal yang tak kalah penting adalah mengecek  legalitas perusahaan berjangka yang akan digunakan melalui website Bursa Berjangka Jakarta atau Bapepti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi),” ujarnya.

Saat ini tidak sedikit perusahaan ilegal yang memakai kedok perusahaan bursa berjangka dan menawarkan iming-iming keuntungan menggiurkan. Investor harus benar-benar jeli karena perusahaan illegal sering kali menggunakan nama yang hampir sama dengan perusahaan terdaftar.

"Jangan langsung nyemplung dan tergiur dengan iming-iming yang menjanjikan profit sekian persen. Justru harus hati-hati jika ada yang memastikan bakal dapat keuntungan sekian persen per hari atau perbulan," ujarnya.

Selain itu, karena investasi yang disetor pada bursa berjangk ini terbilang cukup besar yakni sekitar US$1000, seseorang harus benar-benar memiliki kestabilan ekonomi.

“Cek dulu apakah dana yang dimiliki cukup dan tidak berpengaruh seandainya kondisi market tidak memihak padanya. Untuk menghindari risiko, investor harus mempelajari betul risiko yang akan dihadapi," ujar Paulus.

Sementara itu, CEO PT Mentari Mulia Berjangka Ofiq Taufiqurohman mengatakan bekal ilmu dan pengetahuan yang mumpuni sangat dibutuhkan untuk seseorang yang ingin berinvestasi di bursa berjangka.

Pihaknya berkomitmen untuk terus melanjutkan edukasi tentang derivatif dan perdagangan berjangka demi mengembangkan potensi pasar derivatif di Indonesia hingga internasional.

Salah satunya dengan menyelenggarakan forum internasional Indonesia Derivative Research International Market Summit 2019, Kamis (5/12/2019).

Forum internasional ini menghadirkan pembicara bertaraf global di bidang bursa berjangka, antara lain Director of Cambodia Derivative Exchange Lawrence Kook, Deputy Director of China Credit Research Center Du Liqun, dan President Director of Securities and Exchange Commission of Cambodia Sou Socheat.

Panel diskusi membahas potensi pasar berjangka atau derivatif dengan beragam produknya pada 2020. Tidak hanya di Indonesia, potensi PBK di sejumlah negara Asia Tenggara pun terbuka.

Selain panel diskusi, dalam forum internasional PT Mentari Mulia Berjangka dan Peking University menandatangani nota kesepahaman terkait pertukaran informasi dalam penelitian dan data di bidang derivatif dan perdagangan berjangka.

Nota kesepahaman juga akan diteken PT Mentari Mulia Berjangka dengan First Gold sebagai penasihat dan konsultan di perdagangan berjangka. Sejumlah kesepakatan itu diarahkan kepada pengembangan PBK dalam negeri dan edukasi kepada masyarakat luas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa berjangka

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top