Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produsen Sarung Tangan Mark Dynamics (MARK) Pasang Target Dua Digit

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. mengincar kenaikan penjualan dua digit pada 2020, seiring dengan kapasitas baru yang telah beroperasi penuh dan peluang perang dagang AS-China.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 26 November 2019  |  16:49 WIB
Ilustrasi sarung tangan. - Reuters/Bazuki Muhammad
Ilustrasi sarung tangan. - Reuters/Bazuki Muhammad

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. mengincar kenaikan penjualan dua digit pada 2020, seiring dengan kapasitas baru yang telah beroperasi penuh dan peluang perang dagang AS-China.

Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia Ridwan Goh mengatakan perseroan memasang target penjualan sekitar Rp420 miliar pada tahun depan. Jika dibandingkan dengan proyeksi tahun ini sebesar Rp357 miliar, maka target penjualan itu tumbuh 18% secara tahunan.

Produsen cetakan sarung tangan ini, optimistis terhadap pertumbuhan dua digit seiring dengan kapasitas baru yang telah beroperasi penuh pada tahun depan. Kapasitas itu berasal dari pabrik baru di Desa Dalu Sepuluh A di Tanjung Morawa yang telah beroperasi pada Agustus 2019.

Seiring dengan tambahan kapasitas, perseroan menargetkan produksi cetakan sarung tangan menjadi 710.000 unit per bulan pada tahun depan. Target produksi ini naik 18,3 % dari produksi tahun ini yang mencapai sekitar 610.000 unit per bulan.

"Dengan proyeksi pertumbuhan dua digit, perseroan meningkatkan kapasitas produksinya sampai 710.000 unit per bulan," katanya pada Selasa (26/11/2019).

Di samping didorong kenaikan kapasitas produksi, pertumbuhan pada tahun depan juga berasal dari peluang perang dagang AS-China. Dalam siaran persnya pada akhir Oktober kemarin, kenaikan tarif impor yang diberlakukan AS kepada produk China dari 10% menjadi 25% efektif 1 September 2019 menggeser peta sarung tangan AS.

Pemasok sarung tangan AS akan bergeser dari China ke Malaysia. Hingga kuartal III/2019, penjualan ekspor perseroan mencapai 94% terhadap total penjualan. Adapun, pasar Malaysia menyumbang 68% penjualan ekspor.

"Secara tidak langsung, hal ini akan menjadi sinyal positif bagi kinerja perseroan," katanya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, perseroan tengah mengkalkulasi kebutuhan investasi untuk produksi produk sanitasi dalam skala besar yang akan dimulai pada medio 2020. Investasi ini akan disesuaikan dengan studi kelayakan yang sedang dilakukan perseroan.

Sebelumnya, produksi produk sanitasi sudah dimulai dalam skala kecil. Pengembangan bisnis di segmen produk sanitasi dilakukan perusahaan untuk membuat kegiatan produksi cetakan sarung tangan semakin efisien. Alasannya, bahan baku produk sanitasi berasal dari sisa pembuatan cetakan sarung tangan.

"Perseroan masih melakukan pengkajian baik dari sisi bisnis maupun peluang pasarnya. Diperkirakan di pertengahan tahun 2020 perseroan akan test pasar dengan melakukan trading produk sanitary ware terlebih dahulu atau bertindak sebagai distributor," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mark Dynamics Indonesia
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top